Inter Milan dikabarkan telah mencapai kesepakatan secara prinsip dengan penjaga gawang Tottenham Hotspur, Guglielmo Vicario, untuk mengisi posisi kiper utama pada bursa transfer musim panas 2026 mendatang. Langkah ini diambil manajemen Nerazzurri guna mengantisipasi kepergian Yann Sommer yang akan dilepas dengan status bebas transfer.
Sebagaimana dilansir dari Bola, kesepakatan dasar mengenai gaji dan durasi kontrak bagi kiper berusia 29 tahun tersebut sudah tercapai. Meski demikian, Inter Milan masih harus menghadapi dua tantangan besar sebelum bisa meresmikan perpindahan sang pemain ke Stadion Giuseppe Meazza.
Hambatan pertama berkaitan dengan nilai transfer yang dipatok oleh Tottenham Hotspur sebesar 15 hingga 20 juta euro atau setara Rp308-405 miliar. Peluang raksasa Italia tersebut dinilai akan lebih terbuka apabila Spurs terdegradasi dari Liga Inggris, di mana saat ini klub London itu hanya terpaut dua angka dari zona merah.
Persoalan lain yang menjadi pertimbangan internal manajemen adalah masa depan Josep Martinez. Kiper berusia 27 tahun tersebut mulai dipertimbangkan untuk naik menjadi pilihan utama di bawah mistar gawang setelah sering kali tampil menggantikan posisi Yann Sommer dalam beberapa pertandingan terakhir.
Piero Ausilio selaku Direktur Olahraga Inter Milan diketahui sudah melakukan pergerakan sejak Maret 2026 dengan mengunjungi London. Pertemuan dilakukan bersama agen Vicario, Valerio Giufridda, segera setelah laga antara Tottenham Hotspur melawan Atletico Madrid di ajang Liga Champions selesai digelar.
Legenda kiper Inter Milan, Gianluca Pagliuca, secara terbuka memberikan dukungan penuh terhadap rencana perekrutan ini. Pagliuca menilai Vicario memiliki profil yang tepat untuk mengawal gawang Nerazzurri karena pengalamannya berkompetisi di level tertinggi sepak bola Eropa.
"Dia (Vicario) pernah bermain di liga top dunia, untuk klub yang beberapa tahun lalu berambisi memenangkan Premier League. Tahun lalu dia menjuarai Liga Europa, meskipun tahun ini mereka hampir terdegradasi," ujar Pagliuca.
Pagliuca juga menyoroti daya tarik Inter Milan sebagai finalis Liga Champions yang sulit untuk ditolak oleh pemain mana pun. Menurutnya, penurunan performa sang kiper musim ini lebih disebabkan oleh performa kolektif tim yang sedang mengalami kesulitan secara keseluruhan.
"Dia tidak mungkin membuat keputusan lebih baik dan jika tim yang baru saja bermain di final Liga Champions menghubungi, bagaimana Anda bisa menolak?" tutur Pagliuca.
Eks penjaga gawang tim nasional Italia tersebut menekankan bahwa meski Vicario sedang melewati masa sulit, kemampuannya telah terbukti sejak musim pertamanya di Inggris.
"Sekarang dia menjalani musim buruk, dia tidak tampil sebaik di tahun pertamanya, tetapi kita telah melihat bahwa seluruh tim kesulitan," imbuh Pagliuca.