Tim bulu tangkis putra Indonesia menorehkan catatan kelam dalam sejarah keikutsertaan mereka setelah dipastikan tersingkir pada babak penyisihan grup Piala Thomas 2026. Kegagalan melaju ke perempat final terjadi usai skuad Garuda menelan kekalahan dalam laga menentukan melawan Perancis di Horsens Forum, Denmark, Selasa (28/4/2026).
Langkah Indonesia terhenti setelah pasangan ganda putra Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani kalah dari wakil Perancis dalam partai keempat. Kekalahan tersebut memastikan Indonesia tidak mampu mengejar ketertinggalan poin sebagaimana dilansir dari Kompas.
Sabar/Reza yang menempati peringkat 9 dunia harus mengakui keunggulan pasangan peringkat 52 dunia, Eloi Adam/Leo Rossi. Mereka menyerah dalam dua gim langsung dengan skor identik 19-21 dan 19-21 yang menutup peluang tim Merah Putih untuk bangkit dari posisi tertinggal 0-3.
Sabar Karyaman Gutama menjelaskan bahwa timnya telah mengupayakan performa maksimal guna memperpanjang napas tim Indonesia pada pertandingan krusial tersebut.
"Kami sudah mencoba untuk mengeluarkan yang terbaik di gim tadi," ujar Sabar melalui keterangan tertulis PBSI dikutip dari BolaSport.
Pemain kelahiran Sumedang tersebut juga memberikan apresiasi terhadap performa lawan yang dinilai bermain sangat lepas. Sabar mencatat adanya perbedaan signifikan dalam permainan lawan dibandingkan dua pertemuan mereka sebelumnya.
"Kami harus akui bahwa Prancis bermain sangat baik, sangat percaya diri. Kami pernah bertemu mereka dua kali dan hari ini permainannya jauh berbeda dari dua pertemuan itu," tambah Sabar.
Tekanan mental menjadi faktor penentu mengingat Indonesia sudah kehilangan tiga poin awal dari sektor tunggal sebelum ganda putra turun bertanding. Situasi unggul bagi Perancis memberikan keuntungan psikologis yang besar bagi Adam/Rossi di lapangan.
"Di tiga pertandingan awal mereka sudah menang dan itu membuat asa yang tinggi. Sebaliknya kami berdua tidak bisa kontrol tekanan itu," ucap Sabar menjelaskan penyebab kekalahan mereka.
Rekan duetnya, Moh Reza Pahlevi Isfahani, turut menyoroti kesulitan mereka dalam mengendalikan ritme permainan saat memasuki poin-poin kritis di akhir set. Reza menyebut lawan tampil semakin percaya diri setelah berhasil mengejar ketertinggalan skor.
"Mereka tadi sempat ketinggalan, habis itu menyamakan kedudukan. Dari situ permainan mereka semakin menjadi, semakin percaya diri," tutur Reza.
Meski telah berupaya mengubah keadaan pada gim kedua, pasangan Indonesia ini tetap gagal membendung tekanan lawan. Reza menyampaikan permohonan maaf atas kegagalan menyumbangkan poin bagi tim dalam ajang bergengsi tersebut.
"Itu membuat kami terus tertekan di akhir gim pertama. Gim kedua kami sudah mencoba dari awal sampai akhir tapi tidak bisa mengembalikan keadaan."
"Kami mohon maaf tidak bisa menyumbang poin yang sangat penting hari ini," lanjut Reza menyesali kegagalan tersebut.
Hasil ini menempatkan Indonesia di posisi terbawah klasemen Grup D meskipun sebelumnya sempat meraih kemenangan telak 5-0 atas Aljazair. Persaingan di grup tersebut melibatkan Indonesia, Perancis, dan Thailand, di mana skuad Garuda kalah dalam penghitungan selisih kemenangan partai.
Sabar merefleksikan debut pahitnya di ajang Piala Thomas ini sebagai sebuah pengalaman berharga. Ia menekankan pentingnya kesiapan mental dalam menghadapi turnamen kategori beregu.
"Pelajaran dan pengalaman besar buat kami bagaimana untuk mengontrol tekanan di turnamer beregu seperti ini," tutup Sabar.