Tim Bulu Tangkis Indonesia Gagal Lolos Grup Piala Thomas 2026

Tim Bulu Tangkis Indonesia Gagal Lolos Grup Piala Thomas 2026
Foto: Ilustrasi Tim Bulu Tangkis Indonesia Gagal Lolos Grup Piala Thomas 2026.

Tim bulu tangkis putra Indonesia mencetak rekor prestasi terburuk sepanjang sejarah setelah dipastikan tersingkir dari fase grup Piala Thomas 2026. Kegagalan ini terjadi usai tim Garuda menyerah 1-4 dari Perancis pada pertandingan penutup grup yang berlangsung Selasa (28/4/2026).

Dilansir dari Kompas, hasil ini menandai kali pertama Indonesia gagal melangkah ke babak perempat final sejak turnamen tersebut pertama kali diadakan. Sebelumnya, pencapaian terendah Indonesia terjadi pada edisi 2012 ketika langkah tim terhenti di babak delapan besar.

Kekalahan telak tersebut dipastikan setelah tiga tunggal putra, yakni Jonatan Christie, Alwi Farhan, dan Anthony Sinisuka Ginting, gagal mengamankan poin. Pasangan ganda putra Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlefi Isfahani juga menelan kekalahan meskipun secara peringkat lebih diunggulkan atas lawan mereka.

Satu-satunya poin penghibur bagi Indonesia baru tercipta pada partai terakhir melalui pasangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri. Namun, kemenangan tersebut tidak mampu mengubah nasib Indonesia yang sudah dipastikan gugur karena hanya mampu mengoleksi satu poin dari lima partai.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Eng Hian, menyatakan permintaan maaf secara terbuka atas hasil mengecewakan yang diraih tim putra di ajang bergengsi tersebut.

"Atas nama PBSI, saya memohon maaf karena belum bisa memberikan hasil yang terbaik untuk Thomas Cup kali ini," kata Eng Hian dalam keterangan tertulis PBSI.

Eng Hian menilai tim lawan mampu tampil lebih cerdik dalam memanfaatkan setiap kesempatan yang ada selama pertandingan berlangsung.

"Kami menerima hasil ini dan mengakui keunggulan tim Perancis yang mampu memanfaatkan peluang dengan sangat baik di setiap partai," ujarnya.

Strategi Perancis yang menurunkan Popov bersaudara sebagai pemain rangkap disebut menjadi faktor kunci yang menyulitkan Indonesia dalam menyusun komposisi pemain. Eng Hian juga menyoroti kondisi Anthony Sinisuka Ginting yang mengalami kendala fisik berupa kram dan terjatuh pada gim penentuan saat melawan Toma Junior Popov.

Kekalahan ini akan menjadi dasar bagi otoritas bulu tangkis nasional untuk melakukan evaluasi mendalam terkait persiapan teknis dan mental para atlet.

"Fokus ke depan akan diarahkan pada peningkatan konsistensi performa, kesiapan fisik, serta mental bertanding," kata Eng Hian.

Pihak federasi menekankan perlunya kesiapan lebih matang, terutama saat menghadapi negara yang memiliki fleksibilitas susunan pemain tinggi.

"Khususnya dalam menghadapi tim-tim dengan fleksibilitas komposisi pemain seperti yang ditunjukkan oleh Perancis," pungkas Eng Hian.

Artikel terkait

Rekomendasi