Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan para orangtua untuk tetap memenuhi kebutuhan aktivitas luar ruangan anak secara aman guna mendukung tumbuh kembangnya di tengah cuaca panas ekstrem akibat fenomena El Nino, Selasa (19/5/2026).
Kekhawatiran membiarkan anak bermain di luar rumah meningkat seiring kelonjakan suhu udara, seperti dilansir dari Lifestyle. Pembatasan aktivitas anak sepenuhnya di dalam rumah dinilai bukan solusi ideal bagi kesehatan fisik maupun mental mereka.
Pengaturan waktu bermain dan pencegahan paparan panas berlebih menjadi langkah krusial yang harus diambil oleh orangtua dalam menghadapi situasi cuaca ekstrem ini.
ÔÇ£Anak tetap perlu bergerak, bermain, dan bersosialisasi. Yang perlu diperhatikan adalah bagaimana orangtua mengatur waktu dan memastikan anak tidak mengalami paparan panas berlebihan,ÔÇØ ujar dr. Piprim dalam webinar IDAI bertema ÔÇ£Dampak El Nino pada Kesehatan AnakÔÇØ yang diikuti Kompas.com secara daring, Selasa (19/5/2026).
Ketua Pengurus Pusat IDAI, DR Dr Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A, Subsp.Kardio(K), menganjurkan pemanfaatan waktu pagi atau sore hari untuk bermain guna menghindari puncak panas matahari. Orangtua juga diminta peka terhadap gejala kepanasan seperti wajah memerah, pusing, lemas, hingga anak menjadi rewel.
ÔÇ£Kalau siang hari memang panas sekali, sebaiknya aktivitas di luar dikurangi dulu,ÔÇØ katanya.
Kondisi anak yang kepanasan tidak boleh disepelekan karena dapat berkembang menjadi gangguan kesehatan serius. Risiko ini meliputi kelelahan akibat panas atau heat exhaustion hingga serangan stroke panas atau heat stroke.
Masalah lain yang mengancam anak-anak saat suhu udara meningkat adalah dehidrasi karena tubuh mereka lebih cepat kehilangan cairan.
ÔÇ£Anak sering kali terlalu asyik bermain sehingga lupa minum. Orangtua harus aktif mengingatkan,ÔÇØ ujar dr. Darmawan.
Ketua Satgas Kesehatan Lingkungan dan Perubahan Iklim IDAI, dr. Darmawan Budi Setyanto, Sp.A, Subsp.Respi(K), menekankan pentingnya pemberian minum secara berkala meskipun anak belum merasa haus. Hal ini penting agar anak tidak cepat lelah dan terhindar dari lonjakan suhu tubuh.
ÔÇ£Gunakan pakaian yang ringan dan tidak terlalu tebal supaya panas tubuh lebih mudah keluar,ÔÇØ katanya.
Pemilihan jenis pakaian tipis yang menyerap keringat serta pemakaian topi pelindung kepala sangat disarankan saat anak berada di bawah terik matahari. Darmawan juga melarang pemberian minuman berkafein atau terlalu manis saat anak kehausan.
Dampak El Nino berpotensi menurunkan kualitas lingkungan yang memicu gangguan pernapasan serta penyakit lainnya pada anak.
ÔÇ£Yang penting bukan melarang anak bermain, tetapi memastikan aktivitasnya tetap aman,ÔÇØ ujar dr. Mustarim.
Moderator webinar, Dr. dr. Mustarim, Sp.A, Subsp.Neo(K), MSi.Med, menegaskan bahwa perlindungan kesehatan anak dapat diwujudkan melalui pembiasaan sehari-hari. Langkah ini meliputi pemenuhan waktu istirahat, kecukupan asupan air minum, serta pembatasan durasi paparan panas matahari.