Memahami Hukum dan Tata Cara Sholat di Pesawat Bagi Jemaah Haji

Memahami Hukum dan Tata Cara Sholat di Pesawat Bagi Jemaah Haji
Foto: Ilustrasi Memahami Hukum dan Tata Cara Sholat di Pesawat Bagi Jemaah Haji.

Jemaah haji yang menempuh perjalanan udara selama 9 hingga 10 jam menuju Tanah Suci dipastikan akan melewati waktu sholat fardhu. Melaksanakan ibadah di atas pesawat menjadi solusi agar kewajiban tetap terjaga tepat waktu, meski dalam kondisi terbatas.

Dilansir dari Detikcom, sholat di dalam pesawat dapat dilakukan dengan posisi duduk di kursi penumpang. Untuk bersuci, jemaah bisa melakukan tayamum sebagai pengganti wudhu jika penggunaan air tidak memungkinkan.

Terdapat dua pendapat utama di kalangan ulama mengenai keabsahan sholat di dalam kendaraan. Perbedaan ini dipengaruhi oleh ketersediaan sarana bersuci dan posisi kendaraan yang tidak menapak langsung ke bumi.

Pendapat pertama menyatakan sholat di kendaraan tidak sah karena sulitnya mendapatkan air wudhu atau debu tayamum yang memenuhi syarat. Selain itu, posisi pesawat yang tidak menyentuh tanah menjadi alasan bagi Imam Hanafi dan Imam Malik dalam pandangan ini.

Menurut Imam Hanafi, jemaah yang berada dalam kondisi tersebut diwajibkan untuk mengqadha atau mengulang sholatnya di lain waktu setelah tiba di lokasi tujuan.

Pendapat kedua justru memperbolehkan sholat di kendaraan karena kewajiban ibadah melekat pada waktu yang telah ditentukan. Kondisi darurat dianggap tidak menggugurkan kewajiban sholat sesuai kemampuan jemaah.

Imam Ahmad dan Imam Syafi'i merupakan ulama yang menyatakan sholat di kendaraan adalah sah. Namun, Imam Syafi'i memberikan catatan bahwa sholat fardhu tersebut wajib diulang kembali saat jemaah sudah sampai di daratan.

Panduan Gerakan Sholat di Kursi Pesawat

Jika situasi memungkinkan untuk sholat dengan sempurna, maka hal itu lebih utama. Namun, jika ruang gerak terbatas, jemaah cukup melakukannya sambil duduk di kursi dengan niat menghadap kiblat.

Gerakan diawali dengan takbiratul ihram sambil duduk, diikuti dengan bersedekap serta membaca doa iftitah, Al-Fatihah, dan surat pendek. Posisi rukuk dilakukan dengan mencondongkan badan ke depan.

Untuk gerakan sujud, jemaah harus mencondongkan badan lebih rendah dibandingkan saat posisi rukuk. Duduk di antara dua sujud dilakukan dalam posisi duduk di kursi, kemudian diakhiri dengan salam setelah rakaat sempurna.

Prosedur Tayamum di Dalam Kabin

Tayamum di pesawat dilakukan dengan memanfaatkan debu bersih yang menempel pada fasilitas kabin. Langkah pertama dimulai dengan membaca basmalah sebagai pembuka ibadah.

Jemaah dapat meletakkan kedua telapak tangan pada permukaan yang diyakini terdapat debu, seperti sandaran kursi di depan atau jendela pesawat. Setelah itu, tiup telapak tangan untuk membersihkan butiran debu yang berlebih.

Usapkan tangan ke wajah secara merata, kemudian lanjutkan dengan mengusap punggung telapak tangan kanan menggunakan tangan kiri, dan sebaliknya. Pengusapan tangan ini cukup dilakukan hingga batas pergelangan saja.

Artikel terkait

Rekomendasi