DI banyak negara berkembang, nasionalisme ekonomi sering lahir dari luka sejarah yang panjang. Ada pengalaman dijajah, dieksploitasi, dan dipaksa menjadi pemasok bahan mentah bagi industri negara lain.
Indonesia pun mengalami fase itu selama puluhan tahun lamanya. Kekayaan mineral dikirim ke luar negeri dalam bentuk mentah, sementara nilai tambah, teknologi, dan lapangan kerja besar justru tumbuh di luar negeri.
"Oleh karena itulah hilirisasi kemudian hadir bukan sekadar sebagai kebijakan industri, melainkan sebagai simbol harga diri bangsa. Di sektor nikel, semangat itu terlihat sangat kuat," ujar Ihwan Kadir, pendiri Poros Musyawarah Masyarakat Blok Lapaopao (Pormmal).
Pemerintah mendorong pembangunan smelter, membatasi ekspor bahan mentah, dan mengubah arah industri agar Indonesia tidak lagi hanya menjadi penonton di negeri sendiri. Narasi besar yang dibangun pun sangat kuat bahwa kedaulatan sumber daya alam harus kembali ke tangan bangsa sendiri.
Namun di tengah semangat itu, muncul pertanyaan yang mulai terasa mengganggu di lapangan. Bagaimana jika nasionalisme yang diteriakkan ternyata belum sepenuhnya dirasakan oleh industri nasional dan masyarakat yang hidup di sekitar kawasan tambang?
Ketika harga nikel global melemah dan permintaan menurun, dampaknya tidak berhenti di laporan ekonomi atau grafik perdagangan internasional. Dampaknya menjalar hingga ke warung makan kecil, kontraktor lokal, sopir hauling, pedagang harian, hingga keluarga pekerja tambang.
Di Morowali Utara, misalnya, perlambatan industri smelter mulai memengaruhi aktivitas ekonomi masyarakat sekitar. Kios-kios kehilangan pembeli karena aktivitas kontraktor menurun. Kekhawatiran terhadap pemutusan hubungan kerja mulai membesar.
Di Kolaka, Sulawesi Tenggara, masyarakat adat bahkan turun melakukan aksi karena penghentian aktivitas tambang ikut melumpuhkan denyut ekonomi warga. Fenomena ini memperlihatkan bahwa industri nikel hari ini bukan lagi sekadar urusan investasi besar dan ekspor mineral, melainkan sudah menjadi fondasi kehidupan sosial masyarakat di banyak daerah.
Ketika aktivitas industri melambat, efeknya langsung terasa pada kehidupan sehari-hari. Pembayaran kredit kendaraan terancam tersendat, biaya pendidikan anak menjadi beban yang semakin berat, rumah makan kehilangan pelanggan, dan ekonomi desa perlahan kehilangan energi penggeraknya.
"Pemerintah memang menghadapi tantangan yang tidak mudah. Di satu sisi, produksi nasional harus dijaga agar harga nikel global tidak jatuh terlalu dalam. Di sisi lain, keberlangsungan industri dan perlindungan tenaga kerja juga menjadi kebutuhan mendesak," imbuhnya.
Persoalannya, masyarakat sering kali merasa bahwa dampak sosial dari kebijakan tersebut belum sepenuhnya hadir dalam perhitungan besar pembangunan industri nasional. Di tengah situasi itu, sorotan mulai mengarah pada posisi perusahaan nasional yang mencoba bertahan di tengah dominasi modal global.
Salah satu yang sering disebut ialah Ceria Group melalui proyek Smelter Merah Putih di Kolaka. Perusahaan ini dipandang sebagai representasi penanaman modal dalam negeri yang mencoba berdiri di tengah persaingan industri nikel yang semakin kompleks. Statusnya bahkan disebut sebagai PMDN, Proyek Strategis Nasional, sekaligus Objek Vital Nasional.
Di sinilah perdebatan tentang nasionalisme ekonomi menjadi semakin pas untuk diperbincangkan. Sebab nasionalisme tidak cukup hanya diwujudkan melalui larangan ekspor bahan mentah atau pembangunan fasilitas pengolahan. Nasionalisme ekonomi juga menuntut keberpihakan yang nyata terhadap kemampuan industri nasional untuk bertahan dan tumbuh. (Ant/I-2)
- Airlangga: Kerja Sama Indonesia-Filipina Perkuat Rantai Pasok Mineral Kritis Global 08/5/2026 14:40 Proyeksi investasi hingga US$47,36 miliar dan penyerapan 180.600 tenaga kerja ditargetkan tercapai pada 2030.
- MMP dan Mitsui Jalin Kolaborasi Perluas Pasar High Grade Nikel Matte 12/12/2025 12:44 PT Mitra Murni Perkasa (MMP) dan Mitsui & Co Ltd resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) sebagai langkah awal menjalin kolaborasi strategis dalam pemasaran high grade nikel matte.
- MMP Tegaskan Komitmen Dukungan terhadap Hilirisasi Nikel Nasional 10/11/2025 22:31 Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat secara resmi mencabut status Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) terhadap PT Mitra Murni Perkasa (MMP).
- DPR Dorong Standarisasi Keselamatan Smelter dalam Akselerasi Hilirisasi Nikel 16/10/2025 19:49 Menurutnya, keberhasilan hilirisasi tidak semata ditopang oleh kapasitas produksi, tetapi juga oleh kesiapan sistem perlindungan tenaga kerja dan manajemen risiko industri.
- IAGI Dukung Pemanfaatan Cadangan Nikel GAG untuk Hilirisasi Nasional 22/9/2025 11:12 Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) menilai cadangan nikel di wilayah GAG, Papua Barat Daya, memiliki potensi penting dalam mendukung program hilirisasi industri nikel nasional.
- Perkuat Ketahanan Pangan dan Industri, Indonesia Jajaki Kerja Sama Alat Berat dengan Belarus 15/5/2026 11:34 Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengunjungi industri strategis Belarus untuk memperkuat mekanisasi pertanian, otomotif, dan alat berat pertambangan.
- BSI Semakin Diminati, Tabungan Tumbuh Tertinggi di Industri 13/5/2026 06:42 PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) mencatatkan pertumbuhan Tabungan tertinggi di industri. Hal tersebut didorong tingginya antusias berhaji yang berdampak pada lonjakan nasabah
- Pameran di PIK2, Transformasi Industri Percetakan dan Kemasan 06/5/2026 20:32 Pameran GPPE & LCBE 2026 resmi digelar di NICE PIK2, menghadirkan inovasi teknologi percetakan dan pengemasan global untuk mendorong kolaborasi B2B di Indonesia.
- Manajemen Proyek Didorong Lebih Fokus pada Pendekatan Berbasis Nilai yang Relevan 04/5/2026 20:13 PENGELOLAAN proyek disebut harus lebih fokus pada pendekatan yang lebih strategis dan berbasis nilai yang relevan. Hal itu disebut sebagai hal krusial yang menggeser paradigma lama.
- Didukung Ekosistem yang Tumbuh, Gim Lokal Bisa Go Global 01/5/2026 19:18 Developer gim indie di Indonesia membutuhkan peran publisher untuk membantu memetakan potensi yang belum terjangkau oleh pasar global.