Hartono Gan Rilis Koleksi Ready-to-Wear Perdana di JF3 2026

Hartono Gan Rilis Koleksi Ready-to-Wear Perdana di JF3 2026
Foto: Ilustrasi Hartono Gan Rilis Koleksi Ready-to-Wear Perdana di JF3 2026.

JF3 Fashion Festival 2026 kembali mempertegas perannya dalam menjembatani desainer lokal menuju industri yang lebih luas. Melalui ajang ini, desainer Hartono Gan secara resmi meluncurkan koleksi busana siap pakai atau ready-to-wear pertamanya.

Langkah strategis ini, seperti dikutip dari Wolipop, menjadi tonggak sejarah bagi label Hartono Gan Homme. Merek yang sebelumnya hanya melayani pesanan khusus atau made-to-order kini resmi bertransformasi menjadi brand yang masuk ke ekosistem retail.

Kesiapan bisnis yang lebih terukur dan terstruktur menjadi latar belakang di balik ekspansi lini produk tersebut. Hartono Gan mempresentasikan 16 artikel busana di LAKON Store, Summarecon Mall Kelapa Gading, yang menyasar pangsa pasar lebih luas.

Meskipun hadir dalam format yang lebih mudah dijangkau, koleksi ini tetap mempertahankan identitas utama brand tersebut. Pendekatan desain yang tajam, elegan, namun tak lekang oleh waktu masih menjadi kekuatan utama dalam setiap jahitan produknya.

Peran penting dalam transisi ini dilakukan oleh JF3 lewat program Future Fashion Designer (FFD). Program ini memberikan pendampingan intensif yang mencakup pengembangan kapasitas produksi hingga pembangunan sistem operasional yang profesional bagi para desainer.

Thresia Mareta selaku Advisor JF3 dan Founder LAKON Indonesia menekankan pentingnya sinergi antara aspek kreatif dan komersial dalam industri mode.

"Ketika kreativitas dipertemukan dengan kesiapan bisnis yang terstruktur, yang terbentuk bukan hanya koleksi, tetapi fondasi brand yang lebih kuat dan relevan," ujar Thresia Mareta.

Visi Ekosistem Fashion Nasional

Dukungan JF3 tidak hanya terbatas sebagai panggung peragaan busana semata. Chairman JF3 Fashion Festival, Soegianto Nagaria, menyatakan bahwa platform ini berfungsi sebagai ekosistem pendukung pertumbuhan industri fashion di tingkat nasional.

"Transformasi Hartono Gan menunjukkan bagaimana talenta Indonesia dapat berkembang lebih jauh dengan dukungan ekosistem yang tepat," kata Soegianto Nagaria.

Hartono Gan Homme sendiri telah dikenal sejak tahun 2019 melalui garis desain androgini. Karakteristik busana yang melintasi batasan gender dengan siluet bersih tetap menjadi benang merah dalam koleksi siap pakai teranyar ini.

Konsep lemari pakaian kapsul menjadi jiwa dari koleksi ini dengan menghadirkan berbagai produk esensial. Konsumen dapat menemukan item seperti blazer, jaket kasual, kemeja, hingga celana tailored yang dirancang fleksibel untuk dipadupadankan.

Melalui lini baru ini, desainer berharap dapat memperluas jangkauan pasar tanpa harus mengorbankan kualitas craftsmanship yang selama ini menjadi keunggulannya.

"Saya ingin lebih banyak orang menikmati kualitas yang selama ini menjadi ciri khas brand saya. Ini bukan kompromi, tetapi pengembangan desain ke konteks yang lebih luas," kata Hartono Gan.

Kehadiran koleksi ini sangat relevan dengan tema besar JF3 2026, yakni "Recrafted: Shaping the Future". Fokus utama festival tahun ini memang menitikberatkan pada keterkaitan antara ide kreatif di panggung runway dengan sistem bisnis retail yang nyata.

Sebagai platform industri terintegrasi sejak 2004, JF3 terus berupaya memperkuat daya saing fashion Indonesia. Melalui kemitraan global dan inkubasi bisnis, festival ini mendorong produk lokal agar mampu bersaing sebagai kekuatan ekonomi di pasar internasional.

Artikel terkait

Rekomendasi