Hartono Gan Rilis Koleksi Ready-to-Wear Perdana Berkonsep Capsule Wardrobe

Hartono Gan Rilis Koleksi Ready-to-Wear Perdana Berkonsep Capsule Wardrobe
Foto: Ilustrasi Hartono Gan Rilis Koleksi Ready-to-Wear Perdana Berkonsep Capsule Wardrobe.

Desainer Hartono Gan memperkenalkan koleksi ready-to-wear perdananya yang mengusung tema capsule wardrobe. Langkah ini diambil setelah sang desainer sukses melakukan debut internasional di Busan Fashion Week 2025 pada tahun lalu.

Koleksi terbaru ini resmi diperkenalkan di LAKON Store pada Sabtu (25/04) dengan menampilkan 16 item pilihan. Seperti dilansir dari Lifestyle, rangkaian busana tersebut mencakup jaket, blazer, kemeja, serta celana yang dirancang untuk kebutuhan sandang esensial.

Setiap busana dalam lini ini mengedepankan karakter dasar dan abadi (timeless). Meskipun tampil minimalis, Hartono tetap menyisipkan identitas brand miliknya yang kuat pada aspek struktur dan permainan tekstur kain.

Hartono Gan memilih pendekatan desain yang lebih sederhana dibandingkan karya-karya sebelumnya yang cenderung eksperimental. Strategi ini bertujuan agar produknya lebih mudah diterima oleh segmen pasar yang lebih luas sebagai langkah ekspansi brand.

"Wardrobe staple itu adalah pakaian-pakaian inti yang harus ada di lemari setiap orang," kata Hartono kepada Kompas.com di Mall Summarecon Kelapa Gading.

Keputusan kembali ke konsep dasar ini diambil untuk menghindari keterbatasan audiens akibat desain yang terlalu rumit. Hartono menilai bahwa eksplorasi yang terlalu jauh terkadang membuat respons pasar menjadi kurang optimal.

"Kalau saya nawarin sesuatu yang mungkin terlalu eksperimental, bisa membuat market itu kurang responsif," ujar Hartono.

Menjaga DNA Desain dalam Format Siap Pakai

Walaupun hadir dalam format retail dengan skala produksi lebih besar, lini siap pakai ini tetap mempertahankan teknik tailoring presisi. Hartono memastikan konstruksi setiap pakaian memiliki tingkat kompleksitas yang setara dengan layanan busana pesanan (made-to-order).

"Walaupun itu kelihatannya cuma kayak blazer hitam, tapi cutting-an itu enggak akan dapat di brand lain," kata Hartono.

Detail struktur dan proporsi menjadi pembeda utama pada koleksi ini. Fokus pada kualitas pengerjaan tetap menjadi prioritas meskipun ditujukan untuk pasar retail yang lebih masif.

Inovasi Busana Gender Neutral

Salah satu keunggulan koleksi ini terletak pada penerapan konsep gender neutral secara konsisten. Seluruh item busana dirancang agar fleksibel digunakan oleh siapa saja tanpa terbatas pada batasan gender tertentu.

Proses pengembangan formula potongan busana yang bisa menyesuaikan perbedaan proporsi fisik laki-laki dan perempuan membutuhkan riset yang cukup lama. Hartono mengaku menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk menyempurnakan aspek ini.

"Development-nya sih 3 tahun. Untuk menemukan formula cutting-an yang sama yang bisa dipakai cowok-cewek itu enggak gampang," kata Hartono.

Koleksi ini didominasi oleh warna-warna netral seperti abu-abu, hitam, sand, dan tan yang terinspirasi dari tren konsumen modern di Korea Selatan. Beberapa item unggulannya meliputi celana tailored, kemeja pussy bows, hingga blazer double-breasted berbahan katun.

Melalui lini ready-to-wear ini, Hartono berharap kualitas estetika karyanya kini menjadi lebih mudah dijangkau oleh masyarakat luas. Ia ingin esensi desainnya tetap terjaga namun dalam format yang lebih aksesibel.

"I still want my essence, tapi more accessible," kata Hartono.

Artikel terkait

Rekomendasi