Manajer pendidikan dan hubungan kiropraktik di The Joint Chiropractic, dr. Dustin DebRoy, menyarankan latihan beban tubuh secara konsisten untuk menjaga stabilitas dan kekuatan lutut jangka panjang. Langkah ini krusial guna menghindari penyusutan otot alami atau sarkopenia yang umumnya meningkat pesat pada usia 60 tahun.
Kebutuhan menjaga persendian lutut sangat penting untuk mendukung aktivitas harian seperti berjalan atau berdiri dari posisi duduk. Dilansir dari Lifestyle, dr. DebRoy menyebutkan bahwa penggunaan alat bantu seperti resistance band tidak seefektif beban tubuh alami dalam melatih kekuatan sendi.
"Kekuatan dan stabilitas lutut jangka panjang bergantung pada pelatihan yang konsisten dan efektif di seluruh rentang gerak," jelas manajer pendidikan dan hubungan kiropraktik di The Joint Chiropractic, dr. Dustin DebRoy, mengutip Eat This, Senin (4/5/2026).
Menurutnya, variasi gerakan seperti squat jauh lebih unggul karena melibatkan beban seluruh tubuh yang melawan gravitasi. Latihan ini secara kolektif memperkuat otot paha depan, paha belakang, dan gluteus untuk meningkatkan toleransi beban.
"Squat memperkuat paha depan, gluteus, dan paha belakang secara bersama-sama, yang meningkatkan stabilitas lutut secara keseluruhan dan toleransi beban," terang dr. DebRoy.
Pakar kesehatan ini menambahkan bahwa latihan beban tubuh melatih sendi dengan cara yang lebih alami sesuai kebutuhan aktivitas sehari-hari. Hal ini memberikan fondasi yang lebih kokoh dibandingkan latihan menggunakan alat elastis.
"Squat lebih efektif daripada latihan menggunakan resistance band karena bobot seluruh tubuh melawan gravitasi, yang melatih kekuatan dan stabilitas sendi dengan lebih baik," ujar dr. DebRoy.
Selain squat, gerakan lunges menjadi rekomendasi selanjutnya untuk melatih kontrol satu kaki. Gerakan ini memaksa lutut tetap stabil ketika berat badan berpindah posisi, yang sangat berguna saat seseorang berjalan atau menaiki tangga.
"Latihan ini mengungguli latihan resistance band karena menantang keseimbangan, koordinasi, dan kontrol seluruh tubuh di bawah beban nyata," kata dia.
Aspek kecepatan dan mekanika mendarat juga perlu dilatih melalui gerakan eksplosif seperti jump squats. Latihan ini bertujuan agar lutut terbiasa menyerap benturan secara aman saat melakukan gerakan cepat seperti berlari.
Dokter DebRoy juga menyoroti variasi cyclist squats yang menaruh beban lebih besar pada paha depan. Gerakan ini dilakukan dengan posisi tumit lebih tinggi untuk meniru beban mekanis yang akurat dalam kehidupan nyata.
"Latihan ini dianggap lebih baik karena menciptakan beban mekanis yang lebih tinggi melalui gravitasi, yang lebih akurat dalam meniru kebutuhan kekuatan di kehidupan nyata," pungkas dr. DebRoy.