Ketahui Frekuensi Ideal Mencuci Beras Agar Nutrisinya Tidak Hilang

Ketahui Frekuensi Ideal Mencuci Beras Agar Nutrisinya Tidak Hilang
Foto: Ilustrasi Ketahui Frekuensi Ideal Mencuci Beras Agar Nutrisinya Tidak Hilang.

Mencuci beras sebelum dimasak menjadi kebiasaan wajib bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Langkah ini bertujuan untuk membersihkan debu, kotoran, sisa pati, hingga meminimalkan residu kimia yang menempel.

Meski demikian, teknik membersihkan bahan pangan ini kerap memicu perbedaan pandangan. Sebagian orang memilih membilasnya berulang kali hingga air jernih, sementara yang lain khawatir kandungan gizinya lumat, seperti dilansir dari Suara.

Proses pembersihan ini setidaknya memiliki tiga fungsi penting bagi kualitas nasi. Pertama, membuang sisa pati pada permukaan butiran agar tekstur nasi tidak terlalu lengket atau menggumpal setelah matang.

Kedua, langkah ini efektif meluruhkan kotoran seperti sekam, debu, atau benda asing yang terbawa selama distribusi. Ketiga, pembilasan membantu mengurangi sisa pestisida maupun arsenik dari proses penanaman dan penggilingan.

Frekuensi Pencucian yang Disarankan Pakar

Pakar gizi dan ahli kuliner menganjurkan proses pencucian dilakukan cukup dua hingga tiga kali saja. Frekuensi tersebut dinilai sudah optimal untuk mengangkat debu serta kelebihan pati tanpa merusak struktur butiran.

Melakukan pembilasan lebih dari jumlah tersebut justru membawa risiko besar. Kandungan nutrisi penting yang berada di dalam butiran beras berpotensi ikut terbuang bersama air bilasan.

Air Bilasan Tidak Perlu Sampai Bening

Anggapan bahwa air bilasan yang keruh menandakan beras masih kotor merupakan sebuah kekeliruan. Warna keruh atau keputihan tersebut sebenarnya berasal dari pati dan lapisan luar yang kaya akan vitamin serta mineral.

Memaksa mencuci hingga air benar-benar bening transparan dapat menghilangkan zat gizi berharga. Selain itu, tindakan tersebut juga dapat mengubah tekstur dan aroma alami nasi saat matang.

Masyarakat cukup membilasnya hingga air tampak sedikit keruh. Selama kotoran yang kasat mata sudah hilang, beras tersebut sudah siap untuk diproses ke tahap memasak.

Artikel terkait

Rekomendasi