Pebalap Ducati Lenovo Team, Francesco Bagnaia, gagal meraih poin maksimal setelah mengalami kecelakaan fatal pada balapan MotoGP Prancis di Sirkuit Le Mans, Minggu (10/5/2026). Insiden jatuh tersebut terjadi saat balapan memasuki putaran ke-17 ketika Bagnaia sedang memperebutkan posisi depan.
Sebagaimana dilansir dari Otomotif, juara dunia MotoGP 2019 tersebut kehilangan kendali pada bagian depan motornya di tikungan ketiga sektor pertama. Padahal, saat kejadian berlangsung, Bagnaia tengah menempati posisi kedua dan memberikan tekanan intens kepada pimpinan lomba, Marco Bezzecchi.
Kegagalan finis ini sangat disayangkan mengingat performa impresif yang ditunjukkan pebalap asal Italia tersebut sejak awal lomba. Meski sempat merosot ke posisi kelima pada lap pembuka setelah start yang kurang optimal, Bagnaia mampu merangsek kembali ke barisan depan secara bertahap.
Momentum kebangkitan Bagnaia dimulai pada awal lap kelima saat ia berhasil melewati Fabio Quartararo untuk mengamankan posisi ketiga. Dua putaran berselang, manuver penting di tikungan ketiga memungkinkannya menyalip Pedro Acosta guna merebut tempat kedua di belakang Bezzecchi.
Konsistensi Bagnaia dalam menempel ketat Bezzecchi sempat membuat selisih waktu di antara keduanya menyusut hingga hanya 0,6 detik. Namun, tekanan dari Pedro Acosta yang membayangi di posisi ketiga membuat ritme kecepatan Bagnaia mulai mengalami penurunan pada fase pertengahan balapan.
Jarak antara Bagnaia dan Bezzecchi kembali melebar menjadi 0,9 detik pada lap ke-15 saat situasi persaingan di barisan depan semakin memanas. Jorge Martin juga mulai memberikan ancaman setelah berhasil mengambil alih posisi keempat dari Fabio Di Giannantonio.
Peluang naik podium bagi Bagnaia akhirnya tertutup rapat setelah ia terjatuh di lap berikutnya saat berupaya mempertahankan posisinya. Insiden di tikungan ketiga ini memberikan keuntungan besar bagi pebalap lain seperti Jorge Martin dan Pedro Acosta dalam persaingan perebutan podium di Le Mans.