Presiden Real Madrid Florentino Perez menyatakan penolakan untuk mengundurkan diri dan mengecam pemberitaan media Spanyol dalam konferensi pers yang berlangsung memanas pada Selasa (12/5/2026). Dilansir dari Bola, ketegangan muncul setelah Perez merespons spekulasi mengenai kondisi kesehatannya dan kepemimpinannya di klub raksasa tersebut.
Perez menegaskan niatnya untuk kembali mencalonkan diri sebagai presiden meski pemilihan umum pengurus Real Madrid diserukan untuk diulang. Pria berusia 79 tahun ini sebelumnya selalu terpilih tanpa lawan dalam empat periode pemilihan terakhir sejak tahun 2013 hingga 2025.
"Saya menyesal memberitahu Anda bahwa saya tidak akan mengundurkan diri," kata Florentino Perez dikutip dari Sportbible.
Pernyataan tersebut diikuti dengan bantahan keras terhadap rumor yang menyebutkan dirinya sedang mengalami masalah kesehatan serius. Perez membandingkan posisinya di klub dengan tanggung jawabnya memimpin perusahaan infrastruktur global yang memiliki skala ekonomi besar dan ribuan karyawan.
"Beberapa orang mengatakan saya mengidap kanker stadium akhir. Saya masih presiden Real Madrid dan perusahaan saya." sambung Perez.
Ia merinci bahwa perusahaannya merupakan pemimpin dunia di bidang infrastruktur dengan 170.000 karyawan dan pendapatan mencapai 5 miliar per tahun. Penegasan mengenai kondisi fisiknya menjadi poin utama untuk meredam spekulasi negatif yang beredar di publik Spanyol.
"Saya adalah presiden sebuah perusahaan yang merupakan pemimpin dunia di bidang infrastruktur, yang memiliki 170.000 karyawan, menghasilkan 5 miliar per tahun, dan kesehatan saya sempurna," lanjut Perez.
Pemimpin Los Blancos ini juga mengutarakan ketidaksenangannya terhadap pola pemberitaan pers Spanyol yang dianggap terus memberikan tekanan mental. Ia meyakini ada upaya serangan tersembunyi dari pihak lawan melalui narasi keinginan dirinya untuk meninggalkan jabatan.
"Saya tidak mengerti pers Spanyol. Mereka terlalu sering menggunakan mentalitas 'mari kita lihat apakah saya akan pergi'. Saya tidak akan pergi. Saya akan menjadi anggota terakhir yang pergi. Para anggota adalah pemilik Real Madrid," kata Perez.
Secara spesifik, Perez menyoroti surat kabar ABC yang berbasis di Madrid karena memberitakan bahwa dirinya telah merasa kelelahan. Ia menilai kritik tersebut tidak tepat mengingat status Real Madrid sebagai klub dengan jangkauan global.
"Tidak ada yang bisa mengharapkan saya untuk duduk diam saja, bahwa saya lelah, menurut ABC. ABC adalah surat kabar Madrid, dan Real Madrid adalah klub dunia," lanjut Perez.
Kekesalan Perez terhadap media tersebut memicu kemarahannya dalam sesi tanya jawab. Ia menambahkan bahwa perasaan serupa juga dirasakan terhadap beberapa media lain yang melakukan pendekatan pemberitaan yang sama.
"Saya menyebut ABC karena saya marah tentang ini, tetapi saya bisa mengatakan hal yang sama tentang yang lain." ujar Perez.
Lebih lanjut, Perez membuka pintu bagi pihak manapun yang ingin menantangnya dalam bursa pemilihan presiden klub secara resmi. Ia menekankan bahwa kedaulatan klub berada di tangan para pemilik saham, bukan berada di bawah kendali opini jurnalis.
"Jika mereka ingin aku pergi, aku akan pergi ketika ada orang lain yang mengalahkanku dalam pemilihan. Jika mereka memenangkan pemilihan, syukurlah." pungkas Perez.
Perez bahkan sempat melontarkan tuduhan kepada para jurnalis yang kritis terhadapnya dengan mengaitkan mereka sebagai pendukung klub rival sekota. Ia menegaskan kembali struktur kepemilikan organisasi yang ia pimpin saat ini.
"Perusahaan ini milik para pemegang saham, bukan milik beberapa jurnalis yang saya duga adalah penggemar Atletico Madrid," ujar Perez.
Menanggapi serangan verbal tersebut, jurnalis ABC Ruben Canizares memberikan pembelaan melalui platform media sosial X. Ia menilai tindakan Perez sebagai upaya sengaja untuk menjatuhkan kehormatan media tempatnya bernaung beserta grup perusahaan induknya.
"Florentino P├®rez telah mengadakan konferensi pers untuk mencoba mempermalukan ABC, grup Vocento, dan saya. Dan saya tidak akan membiarkannya," tegas Ruben Canizares.
Canizares menutup pernyataannya dengan menegaskan adanya batasan profesionalisme yang harus tetap dijaga oleh semua pihak. Ia menyatakan tetap memegang teguh prinsip dan integritas atas profesi jurnalisme yang ia jalankan selama ini.
"Ada batasan yang tidak boleh dilanggar. Saya sangat bangga dengan pekerjaan saya dan surat kabar saya. Itu jelas," ujar Ruben Canizares.