Manajemen Real Madrid tengah menghadapi gejolak internal hebat setelah klub gagal meraih trofi utama dalam dua musim terakhir. Dilansir dari Suara, Presiden Florentino Perez mengambil langkah darurat dengan mempercepat jadwal pemilihan presiden klub.
Keputusan ini diambil guna meredam ketidakpuasan anggota menyusul keberhasilan Barcelona mengunci gelar juara LaLiga. Perez menantang para pengkritik untuk bertarung secara demokratis dalam menentukan nakhoda masa depan Los Blancos.
Dikutip dari ESPN pada Kamis, 14 Mei 2026, nama Jose Mourinho kini mencuat sebagai kandidat terkuat untuk menggantikan pelatih Alvaro Arbeloa. Meski masih terikat kontrak dengan Benfica, kedekatan historis Mourinho dengan Perez menjadi faktor kunci.
"Saya suka semua pelatih yang pernah bersama kami," ujar Perez saat ditanya mengenai peluang kembalinya The Special One dalam sebuah wawancara televisi.
Perez menilai pelatih asal Portugal tersebut memiliki peran besar dalam mengubah mentalitas dan daya saing tim di kancah Eropa.
"Dia meningkatkan daya saing kami, itu benar, dan dari sana kami memenangkan enam Piala Eropa dalam 10 tahun," tegas pria di balik proyek Los Galacticos tersebut.
Perez mengaku telah menerima banyak pesan dari para pendukung yang mendesak kembalinya Mourinho ke Santiago Bernabeu. Namun, ia berusaha tetap tenang dan tidak memberikan respons gegabah terhadap aspirasi tersebut.
"Kalian membosankan soal Mourinho!" canda Perez saat menanggapi pertanyaan wartawan mengenai daftar calon pelatih pilihannya.
Ia juga menegaskan bahwa rumor mengenai komunikasi dengan pelatih timnas Prancis, Didier Deschamps, hanyalah bagian dari dinamika opini publik yang berkembang saat ini.
Keterpurukan pada musim 2024-2025 diklaim Perez terjadi akibat badai cedera serta jadwal kompetisi yang dinilai sangat menguras fisik pemain. Absennya 28 pemain karena masalah medis menjadi alasan utama penurunan performa tim secara drastis.
"Saya pikir asal mula semuanya adalah di Piala Dunia Antarklub," ungkap Perez mengenai kegagalan strategi penunjukan pelatih sebelumnya.
Perez berjanji akan melakukan perombakan skuad secara besar-besaran dengan mendatangkan talenta terbaik dunia pada bursa transfer musim panas mendatang. Hal ini dilakukan demi memenuhi ekspektasi tinggi para pendukung setia Real Madrid.
"Tentu saja akan ada perekrutan," tambah Perez yang optimistis bisa membangun kembali kekuatan tim lewat investasi pemain papan atas.
Ia mengingatkan kembali sejarah panjang Madrid yang selalu berhasil bangkit setelah merekrut pemain-pemain legendaris dunia.
"Ada selalu perekrutan. Kami selalu merekrut yang terbaik. Saya merekrut Figo, Zidane, Ronaldo, Beckham... Kemudian di periode kedua saya, saya merekrut Cristiano Ronaldo, Kaka, Benzema. Ketika ada pemain bagus, saya akan mengejarnya," jelasnya.
Di tengah tekanan kritik, Perez memberikan pembelaan terhadap Kylian Mbappe yang ia sebut sebagai aset paling berharga milik klub saat ini. Ia menolak anggapan bahwa performa penyerang Prancis itu mengecewakan meskipun tanpa gelar juara.
Terkait masa depan Vinicius Junior, manajemen memilih untuk tidak terburu-buru melakukan pembaruan kontrak pemain asal Brasil tersebut. Fokus saat ini adalah menyelesaikan sisa musim sebelum membahas rencana jangka panjang bersama pemain sayap itu.
"Vinicius adalah salah satu pemain hebat yang dimiliki Madrid," kata Perez yang tetap menganggap sang pemain sebagai sosok krusial di kompetisi Eropa.
Ia percaya kontribusi Vinicius masih sangat dibutuhkan meskipun kontrak sang pemain baru akan berakhir pada tahun 2027 mendatang.
"Dua Piala Eropa terakhir yang kami menangkan, dia memenangkannya untuk kami. Tidak perlu terburu-buru. Kami akan menyelesaikan musim ini dan kemudian kami punya musim lain untuk berbicara," lanjut Perez.
Namun, situasi semakin panas setelah Enrique Riquelme melayangkan surat terbuka yang menuntut transparansi dalam proses pemilihan presiden. Riquelme mendesak durasi kampanye diperpanjang agar tercipta iklim demokrasi yang lebih sehat di internal klub.
Riquelme mengkritik aturan sepuluh hari pengajuan kandidat yang dinilai membatasi ruang bagi alternatif kepemimpinan baru. Ia meminta adanya dialog terbuka dengan Perez untuk membahas keadilan dalam proses elektoral tersebut.
"Saya percaya fans Madrid berhak mendapatkan waktu, ketenangan, dan refleksi," tulis Riquelme dalam suratnya yang kini menjadi sorotan publik.
Perseteruan antara pihak petahana dan penantang diprediksi akan terus meruncing hingga jadwal pemilihan presiden tiba. Florentino Perez kini harus membuktikan bahwa dirinya mampu membawa Real Madrid keluar dari krisis prestasi yang membelit dalam dua tahun terakhir.