Presiden Real Madrid Florentino Perez menegaskan posisinya untuk tetap memimpin klub raksasa Spanyol tersebut di tengah isu kesehatan dan desakan mundur pada Selasa (12/5/2026). Dilansir dari Detik Sport, pria berusia 79 tahun itu membantah kabar dirinya menderita kanker stadium akhir.
Langkah ini diambil Perez setelah kursi kepresidenannya digoyang menyusul kegagalan Madrid meraih trofi mayor dalam dua musim terakhir. Padahal, pengusaha konstruksi ini baru saja memenangi pemilihan presiden pada tahun 2025 sebagai calon tunggal.
Perez menanggapi spekulasi pengunduran dirinya dengan memberikan tantangan terbuka kepada pihak-pihak yang mencoba melengserkannya secara internal. Ia meminta dewan pemilihan untuk memulai proses pemungutan suara ulang guna membuktikan dukungan para anggota klub.
"Maaf, saya harus memberi tahu kalian bahwa saya tak akan mengundurkan diri," ujar Perez, Presiden Real Madrid.
Keputusan untuk tetap menjabat diambil Perez meskipun ia menyadari adanya pergerakan dari kelompok tertentu yang menentang kepemimpinannya secara tersembunyi. Ia menegaskan kesiapannya untuk bersaing secara terbuka dalam pemilihan mendatang.
"Mereka yang ingin keluar dan menentang saya, silakan. Saya juga akan membela hak-hak anggota kami. Jika seseorang ingin maju, silakan. Tetapi jangan bergerak secara sembunyi-sembunyi." kata Perez, Presiden Real Madrid.
Melalui pengumuman ini, sang presiden ingin memastikan stabilitas manajemen klub tetap terjaga di hadapan publik dan anggota Madridista. Ia menekankan bahwa proses demokrasi di dalam klub harus berjalan sesuai aturan yang berlaku.
"Saya telah meminta dewan pemilihan untuk memulai proses penyelenggaraan pemilihan, di mana dewan saat ini akan kembali menjabat," tegas Perez, Presiden Real Madrid.
Mengenai kondisi fisik, Perez mengklaim dirinya dalam kondisi prima untuk mengelola Real Madrid sekaligus memimpin perusahaan sipil miliknya, Grupo ACS. Ia mempertanyakan asal-usul rumor penyakit kanker yang dialamatkan kepadanya belakangan ini.
"Beberapa orang bilang saya mengidap kanker stadium akhir. Saya masih menjabat presiden Real Madrid dan perusahaan saya. Saya presiden perusahaan yang terdepan di bidang infrastruktur, memiliki 170 ribu karyawan dan menghasilkan 50 miliar Euro per tahun, dan kesehatan saya sempurna," lanjut Perez, Presiden Real Madrid.
Perez menjelaskan bahwa jika kabar sakit tersebut benar, mustahil baginya untuk tidak terlihat mengunjungi fasilitas medis khusus. Ia menuding informasi tersebut merupakan karangan pihak-pihak tertentu yang ingin melihatnya lengser.
"Saya tak mungkin berada di kedua tempat itu jika kesehatan saya tak sempurna. Saya tak tahu mengapa rumor itu muncul. Karena jika mereka mengatakan saya mengidap kanker, saya harus pergi ke pusat onkologi agar mereka memeriksa saya. Anda pikir jika saya pergi ke pusat onkologi dan mereka memeriksa saya, beritanya tak akan muncul di mana-mana? Itu tak benar. Mereka mengarangnya dan rumor itu telah berkembang." tutur Perez, Presiden Real Madrid.
Perez juga menceritakan bagaimana kerabat dekatnya sampai menghubunginya secara pribadi untuk mengonfirmasi kebenaran isu kesehatan yang beredar luas tersebut.
"Mereka mengatakan saya mengidap kanker, dan beberapa teman telah menelepon untuk memberi tahu saya bahwa itu stadium akhir." ucap Perez, Presiden Real Madrid.
Langkah Perez mengadakan jumpa pers ini menjadi momen langka mengingat ia terakhir kali melakukannya pada 2015. Muncul dugaan dari laporan The Athletic bahwa terdapat gesekan internal, termasuk bocornya insiden perkelahian antara Aurelien Tchouameni dan Federico Valverde ke publik.