Sebanyak 45 finalis dari 34 provinsi telah terpilih untuk mengikuti masa karantina pemilihan Puteri Indonesia 2026 yang dimulai pada Sabtu, 18 April 2026 di Jakarta. Perhelatan tahunan ini mengusung tema kontribusi perempuan dalam inovasi dan teknologi untuk keberlanjutan alam serta perdamaian global.
Dilansir dari Wolipop, ajang ini bertujuan mencetak perempuan unggul guna mendukung visi Indonesia Emas 2045. Para peserta memiliki latar belakang pendidikan yang beragam, mulai dari disiplin ilmu ekonomi hingga kedokteran.
Ketua Dewan Pembina Yayasan Puteri Indonesia, Putri Kus Wisnu Wardani, menyoroti peningkatan kualitas akademik para peserta tahun ini. Banyak finalis yang merupakan lulusan pascasarjana dari universitas terkemuka di dalam maupun luar negeri.
"Tahun ini kualitas peserta semakin meningkat. Belasan peserta sudah lulus S2 dari universitas ternama di Indonesia seperti UI, UNDIP, ITB, hingga perguruan tinggi mancanegara seperti Columbia University, Royal College of Art London, and Boston University," ungkap Putri Kus Wisnu Wardani, Ketua Dewan Pembina Yayasan Puteri Indonesia.
Keberagaman latar belakang keilmuan ini diharapkan dapat memberikan dampak nyata saat para finalis terjun ke tengah masyarakat. Yayasan menekankan bahwa setiap peserta akan dibekali nilai-nilai kepemimpinan yang berintegritas.
"Memang pesertanya dari disiplin ilmu yang berbeda. Ketika mereka terjun ke masyarakat, mereka bisa berada di lini yang berbeda-beda," jelas Putri Kus Wisnu Wardani.
Selain aspek intelektual, penyelenggara tetap mengedepankan filosofi dasar yang mencakup kecantikan, kecerdasan, perilaku, keberanian, dan kejujuran. Hal ini menjadi standar kualitas utama bagi setiap perwakilan daerah.
"Kami ingin menekankan bahwa kecantikan bukan hanya sebatas wajah semata (Beauty). Kecerdasan atau keterampilan harus terus diasah (Brain). Tata krama pergaulan dan perilaku (Behaviour) juga harus terus diperbaiki. Lalu ada Brave dan Be Right, yaitu sikap ketika dihadapkan kepada pilihan sulit di dalam kehidupan, kita harus memilih yang baik dan benar. Itulah kualitas seorang Puteri Indonesia yang seutuhnya," tegas Putri Kus Wisnu Wardani.
Dukungan penuh terhadap ajang pemberdayaan ini juga datang dari PT Mustika Ratu Tbk yang telah terlibat sejak awal penyelenggaraan. Perusahaan berkomitmen menjadikan ajang ini sebagai sarana pengembangan potensi pemimpin masa depan.
"Tujuan kami bukan hanya membina para puteri yang berprestasi, namun juga mengembangkan potensi mereka sehingga dapat menjadi pemimpin masa depan yang berperan aktif dalam memajukan produk-produk asli Indonesia, mempromosikan pariwisata, budaya, serta perdagangan Indonesia di tingkat lokal maupun internasional," ujar Bingar Egidius Situmorang, Presiden Direktur PT Mustika Ratu Tbk.
Ketatnya proses seleksi tahun ini dirancang untuk menghasilkan agen perubahan yang mampu memberikan solusi nyata di lapangan. Fokus utama bukan sekadar penampilan di panggung, melainkan keberlanjutan kontribusi sosial.
"Kami ingin mencetak sosok Puteri Indonesia yang tidak hanya siap tampil di atas panggung, tapi juga siap turun langsung ke tengah masyarakat sebagai agen perubahan. Proses seleksi dan pembekalan yang kami rancang tahun ini berorientasi pada kualitas dan keberlanjutan, karena Indonesia membutuhkan perempuan muda yang tangguh, cerdas, dan mampu menjadi inspirasi lintas generasi," ujar Kusuma Ida Anjani, Ketua Pemilihan Puteri Indonesia.
Seluruh finalis juga mendapatkan akses beasiswa pendidikan hingga jenjang S3 sebagai bentuk pengembangan sumber daya manusia. Masa karantina akan berlangsung hingga 24 April 2026 dan ditutup dengan malam puncak di Plenary Hall, Jakarta International Convention Center.