Stasiun televisi nasional Turki, TRT2, resmi menayangkan film karya sutradara Arief Malinmudo berjudul Perjalanan Pertama pada Minggu, 19 April 2026. Penayangan ini dilakukan menyusul tingginya antusiasme masyarakat setelah film tersebut diputar secara terbatas di Sufi Sinema Festival pada 2025 lalu.
Dilansir dari Detikcom, karya produksi Mahakarya Pictures ini menceritakan kisah petualangan emosional antara seorang kakek bernama Tan Al Maturi dengan cucunya yang bernama Yahya. Keberhasilan menembus pasar televisi internasional ini berawal dari respons positif para distributor film di wilayah Timur Tengah.
"Awalnya saat ditayangkan di Festival dapat sambutan yang baik, dan kemudian beberapa distributor film di kawasan Timur Tengah menghubungi kita menyatakan ketertarikan," ungkap Dendi Dendi Reynando, CEO Mahakarya Pictures.
Dendi menegaskan bahwa ketertarikan distributor muncul setelah melihat sambutan hangat penonton selama penayangan di festival sebelumnya. Penayangan di televisi kini memungkinkan film tersebut menjangkau penonton yang lebih luas di seluruh wilayah Turki.
"Pagi hari ketika buka instragram, ada notifikasi komentar pakai bahasa Turkiye, saya langsung terjemahkan, dan sangat bersyukur karena datang dari orang yang tidak kita kenal. Hanya ingin mengungkapkan perasaannya setelah menonton di televisi di negaranya, alhamdulillah," ungkap Arief Malinmudo, Penulis dan Sutradara.
Sutradara yang sedang menggarap film terbaru berjudul The Sacred White ini menambahkan bahwa dirinya sengaja mengangkat tema-tema yang memiliki kedekatan dengan dinamika keluarga serta dunia anak-anak.
"Setiap sutradara punya gaya bercerita dan tema yang berbeda-beda untuk difilmkan dan saya memilih untuk menggunakan kesempatan membuat film untuk melihat tema-tema yang dekat dengan dunia anak anak dan keluarga," ungkap Arief Malinmudo.
Perjalanan Pertama merupakan proyek kolaborasi lintas negara antara Indonesia dan Malaysia yang telah mencatatkan berbagai prestasi di kancah internasional. Film ini berhasil meraih penghargaan Aktor Terbaik untuk Dato Ahmad Tamimi di Asean International Film Festival and Awards.
Selain penghargaan tersebut, film ini juga mengantongi nominasi Best Feature Drama pada Muslim Film Festival-Australia dan Penata Kamera Terpuji di Festival Film Bandung. Di dalam negeri, karya ini masuk dalam rekomendasi 20 film Festival Film Indonesia (FFI) serta nominasi Aktor Anak Terpilih di Festival Film Maya.