FIFA Ubah Aturan Akumulasi Kartu Kuning di Piala Dunia 2026

FIFA Ubah Aturan Akumulasi Kartu Kuning di Piala Dunia 2026
Foto: Ilustrasi FIFA Ubah Aturan Akumulasi Kartu Kuning di Piala Dunia 2026.

FIFA secara resmi mengonfirmasi pemberlakuan regulasi baru mengenai akumulasi kartu kuning untuk turnamen Piala Dunia 2026. Langkah transformatif ini diterapkan guna meminimalisir risiko pemain bintang absen pada pertandingan penting akibat sanksi disiplin.

Kebijakan tersebut dilansir dari Kompas sangat krusial mengingat edisi Piala Dunia mendatang akan melibatkan 48 negara peserta. Turnamen yang digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada ini dipastikan memiliki durasi yang lebih panjang serta beban fisik pemain yang lebih berat.

Dalam format anyar ini, setiap tim nasional setidaknya harus melakoni lima pertandingan untuk bisa mencapai babak perempat final. Perjalanan panjang tersebut dimulai dari fase grup, dilanjutkan ke babak 32 besar, 16 besar, hingga akhirnya menembus babak 8 besar.

Sistem lama yang menjatuhkan hukuman larangan bertanding satu laga bagi pemain yang menerima dua kartu kuning dalam lima pertandingan resmi ditinggalkan. Sebagai gantinya, otoritas sepak bola dunia tersebut memperkenalkan sistem pemutihan kartu yang lebih fleksibel.

Berdasarkan regulasi terbaru, catatan kartu kuning yang diterima pemain selama fase grup akan dihapus sepenuhnya saat tim memasuki babak gugur. Penghapusan catatan disiplin serupa kembali dilakukan untuk kedua kalinya setelah fase perempat final selesai dilakukan.

Keputusan strategis ini diambil dalam pertemuan Dewan FIFA yang diselenggarakan di Vancouver, Kanada, pada Selasa 29 April 2026. Melalui amandemen ini, FIFA berupaya menjamin seluruh tim dapat menurunkan skuad terbaik mereka pada babak akhir yang paling menentukan.

"Seiring dengan perubahan format yang diperluas, termasuk penambahan satu babak gugur, Dewan FIFA mengonfirmasi amandemen terhadap Regulasi Piala Dunia FIFA 2026, di mana akumulasi kartu kuning tunggal dalam kompetisi putaran final akan dihapus setelah fase grup dan kembali dihapus setelah babak perempat final," tulis keterangan di laman resmi FIFA.

Dengan adanya perubahan regulasi ini, risiko sanksi larangan bertanding bagi para pemain kini menjadi lebih terbatas pada dua periode kompetisi yang spesifik selama putaran final berlangsung.

Artikel terkait

Rekomendasi