Legenda Real Madrid Fernando Morientes memberikan pembelaan kepada Kylian Mbappe setelah sang penyerang mendapat kecaman keras dari sebagian pendukung klub tersebut. Kritik terhadap penyerang asal Prancis itu muncul menyusul kegagalan Los Blancos meraih gelar juara selama dua musim berturut-turut.
Gelombang protes dari suporter bahkan memicu kemunculan petisi daring yang menuntut manajemen klub segera menjual mantan pemain Paris Saint-Germain tersebut. Seperti dilansir dari Detik Sport melalui media Tribuna, petisi online itu kini telah mengumpulkan lebih dari 50 juta tanda tangan.
Melihat situasi tersebut, Fernando Morientes menegaskan bahwa tuduhan yang dialamatkan kepada sang striker tidak mendasar karena ia menganggap performa pemain tersebut tetap berada di level tertinggi. Menurut mantan penyerang Spanyol yang mencatatkan 100 gol dari 272 laga bersama El Real itu, petisi daring tersebut tidak mencerminkan kenyataan yang sebenarnya.
"Petisi online puluhan juta? Itu nggak kredibel," cetus Morientes.
Mantan pemain nomor sembilan itu juga menduga adanya keterlibatan pihak luar dari rival klub yang sengaja memperkeruh suasana internal di Santiago Bernabeu.
"Bisa saja itu diklik suporter Barcelona atau orang-orang yang nggak suka sama Madrid," tambahnya.
Statistik performa sang penyerang di atas lapangan hijau sebenarnya menunjukkan produktivitas yang sangat impresif lewat torehan 85 gol dalam 102 pertandingan. Kontribusi tajam tersebut berhasil menempatkan posisinya di puncak daftar pencetak gol terbanyak kompetisi.
Morientes menyatakan bahwa kontribusi individu sang pemain sudah sangat maksimal dan tidak semestinya dievaluasi hanya berdasarkan kegagalan tim dalam merengkuh trofi juara.
"Mbappe selalu bisa kemas mendekati 50 gol, maka tidak perlu didebatkan," tegas Morientes.
Dirinya menilai ketidakpuasan publik muncul karena kebiasaan mencari kambing hitam setiap kali klub raksasa Spanyol tersebut gagal menutup musim dengan gelar juara.
"Mbappe jalani musim-musim fantastis individu fantastis buatnya. Namun ketika Real Madrid gagal juara, selalu saja ada yang disalahkan," tutup Morientes.