Gelandang Real Madrid, Federico Valverde, dilaporkan mengalami trauma kranioensefalik atau cedera otak ringan setelah terlibat dalam sebuah insiden pada sesi latihan tim hari Jumat (8/5/2026). Diagnosis ini memaksa pemain asal Uruguay tersebut untuk menjalani masa pemulihan intensif di kediamannya.
Pihak manajemen klub langsung melakukan pemeriksaan medis menyeluruh guna memastikan kondisi kesehatan sang pemain setelah insiden tersebut terjadi. Kabar mengenai kondisi kesehatan Valverde ini dikonfirmasi secara resmi oleh pihak klub melalui keterangan tertulis yang dilansir dari Detik Health.
"Setelah tes yang dilakukan hari ini pada pemain kami Fede Valverde oleh Layanan Medis Real Madrid, ia didiagnosis mengalami trauma kranioensefalik (cranioencephalic trauma)," kata Real Madrid.
Tim medis memberikan instruksi agar Valverde menghentikan aktivitas fisik sementara waktu guna mencegah komplikasi lebih lanjut pada fungsi otaknya. Tim medis memprediksi masa istirahat yang dibutuhkan sang gelandang mencapai dua pekan ke depan.
"Valverde berada di rumah dalam kondisi baik dan perlu beristirahat selama 10 hingga 14 hari, sesuai dengan protokol medis untuk diagnosis ini," lanjut Real Madrid.
Valverde sendiri memberikan klarifikasi mengenai kronologi kejadian yang menyebabkan dirinya harus dilarikan ke rumah sakit. Melalui pernyataan di media sosial, ia membantah adanya unsur kesengajaan atau kekerasan fisik dari rekan setimnya saat perselisihan terjadi.
"Kemarin kami ada adu argumen. Dengan tidak sengaja, kepala saya menghantam meja dan terluka kecil di dahi yang selanjutnya harus ke rumah sakit," papar Valverde.
Penjelasan tersebut sekaligus menanggapi spekulasi publik mengenai keributan di lapangan latihan yang melibatkan pemain lain. Valverde menekankan bahwa cedera tersebut murni merupakan kecelakaan akibat benturan pada benda tumpul.
"Tidak ada rekan setim yang memukul saya dan sebaliknya. Meskipun saya memahami, mudah bagi Anda percaya dengan isu di luar sana," lanjut Valverde.
Secara medis, trauma kranioensefalik atau Traumatic Brain Injury (TBI) dipicu oleh benturan keras yang dapat memengaruhi fungsi sel saraf otak secara temporer. Gejala yang umum muncul meliputi sakit kepala, mual, gangguan keseimbangan, hingga perubahan kognitif seperti disorientasi atau gangguan memori.