FC Twente dilaporkan sedang membuka tahap pembicaraan terbaru dengan bek Timnas Indonesia, Mees Hilgers, guna membahas masa depannya di klub Belanda tersebut.
Proses negosiasi ini menggunakan pendekatan yang berbeda dari sebelumnya, menyusul adanya perubahan regulasi yang memengaruhi situasi kontrak pemain, sebagaimana dilansir dari Suara.
Jurnalis asal Belanda, Leon ten Voorde, mengungkapkan bahwa FC Twente kini memiliki posisi tawar yang lebih kuat dalam pembahasan kontrak baru ini.
Perubahan drastis terjadi setelah Hilgers tercatat belum mendapatkan menit bermain di kompetisi Eredivisie musim ini karena beberapa faktor penghambat.
Menurut Ten Voorde, awalnya sang pemain sempat tidak masuk ke dalam skuad utama karena menunjukkan keengganan untuk memperpanjang masa baktinya di klub.
Situasi tersebut kemudian diperparah dengan kondisi Hilgers yang mengalami cedera ligamen lutut, yang memaksanya menepi dari lapangan hijau.
"Awalnya dia tidak masuk skuad karena tidak ingin memperpanjang kontrak, lalu dia mengalami cedera ligamen lutut. Sekarang mereka tetap berbicara, tetapi posisi di meja negosiasi sudah berubah," ujar Ten Voorde.
Berdasarkan aturan terbaru di sepak bola Belanda, pemain dengan status warga negara non-Uni Eropa seperti Hilgers wajib menerima gaji minimum yang cukup tinggi.
Angka gaji minimum tersebut berada di kisaran 608 ribu euro per tahun agar sang pemain dapat didaftarkan secara resmi untuk berkompetisi.
Pertimbangan Gaji dan Nilai Transfer
Besaran upah tersebut menjadi pertimbangan berat bagi manajemen klub, terutama karena Hilgers saat ini masih dalam masa pemulihan cedera serius.
Kondisi fisik tersebut membuat Hilgers dinilai belum sepenuhnya siap untuk tampil memperkuat tim pada awal musim mendatang.
"Jelas pembicaraan sekarang punya pendekatan berbeda," kata Ten Voorde dalam sesi AD Voetbalpodcast.
FC Twente berupaya memastikan klub tetap mendapatkan nilai transfer yang layak dari kepindahan Hilgers di masa depan melalui perpanjangan kontrak ini.
Langkah strategis ini diambil agar klub tidak kehilangan bek berusia 24 tahun tersebut secara cuma-cuma atau tanpa kompensasi finansial saat kontraknya habis.
Hingga saat ini, banyak klub di Belanda masih menunggu perkembangan lebih lanjut terkait ketidakjelasan implementasi aturan paspor dalam sistem sepak bola setempat.