Fabio Di Giannantonio Ungkap Detik-Detik Mencekam Kecelakaan Alex Marquez di Catalunya

Fabio Di Giannantonio Ungkap Detik-Detik Mencekam Kecelakaan Alex Marquez di Catalunya
Foto: Ilustrasi Fabio Di Giannantonio Ungkap Detik-Detik Mencekam Kecelakaan Alex Marquez di Catalunya.

Momen menegangkan menyelimuti balapan di Sirkuit Catalunya bagi pebalap Pertamina Enduro VR46 Racing, Fabio Di Giannantonio. Pebalap yang akrab disapa Diggia ini menyaksikan langsung insiden fatal yang dialami oleh Alex Marquez di lintasan lurus.

Kecelakaan bermula saat Alex Marquez menabrak motor Pedro Acosta yang sedang mengalami kendala teknis. Akibatnya, Alex kehilangan kendali dalam kecepatan tinggi, meluncur ke tepi trek, hingga menabrak dinding pembatas dengan keras sementara motornya hancur berputar di tanah.

Dikutip dari Detik Oto, Diggia berada tepat di belakang insiden tersebut dalam kecepatan di atas 200 km/jam pada posisi gigi empat. Rentetan serpihan tajam dari motor yang hancur langsung terbang ke arah tubuhnya hingga membuat sang pebalap seketika membeku.

"Sesampainya di tempat kejadian dan melihat banyak serpihan di mana-mana, banyak di antaranya yang mengarah ke badan pebalap saat di trek lurus. Jujur, saya tidak tahu persis apa yang terjadi," ungkap Diggia dikutip dari Motosan.

Diggia mengaku tidak sempat melakukan manuver penyelamatan karena situasi terjadi begitu cepat. Rasa takut yang luar biasa membuatnya hanya bisa pasrah dan berlindung di balik pelindung motor.

"Saya rasa reaksi saya tidak tepat; semuanya terjadi begitu cepat. Saya hanya mencoba bersembunyi di balik fairing dan memejamkan mata; saya takut. Mungkin seharusnya saya bergeser lebih jauh ke kiri, tetapi saya ketakutan dan tidak bisa bereaksi. Saya membeku dan itu bukan hal terbaik yang bisa saya lakukan," ucap Diggia.

Dampak dari ledakan motor tersebut membuat pecahan material mengotori seluruh area balap. Bahkan, salah satu ban motor yang terlepas dari badan kendaraan sempat melayang dan menghantam tubuh Diggia.

"Kami sedang melaju di gigi empat dengan kecepatan lebih dari 200 km/jam, dan Anda melihat pecahan-pecahan melayang langsung ke arah Anda; itu situasi yang sulit untuk dianalisis. Ketika saya melihat potongan-potongan besar, saya masih bersembunyi, tetapi itu tidak cukup, dan ada sesuatu yang menghantam saya-katanya sebuah roda. Kami sangat beruntung," tambahnya.

Bendera merah atau red flag akhirnya dikibarkan untuk menghentikan balapan sementara guna membersihkan area lintasan. Setelah kondisi dinilai aman, balapan kembali dilanjutkan sebanyak 13 putaran yang akhirnya dimenangkan oleh Diggia sendiri.

Bagi Diggia, kembali fokus ke lintasan setelah melihat kecelakaan mengerikan di depan mata merupakan tantangan mental terbesar. Beruntung, manajemen tim Pertamina Enduro VR46 memberikan dukungan emosional yang sangat baik tanpa memberikan tekanan psikologis.

"Itu bukan momen yang mudah. Tim membantu saya untuk kembali naik ke motor, tetapi tanpa menekan saya. Mereka terbuka dengan kemungkinan saya untuk mundur setelah sesi pemanasan," kata Diggia.

Meski berhasil meraih podium tertinggi, pebalap asal Italia ini mengesampingkan euforia kemenangan. Baginya, keselamatan seluruh rekan sesama pebalap dalam insiden horor di Catalunya tersebut jauh lebih berharga dari apa pun.

"Kemenangan yang sesungguhnya hari ini adalah semua orang kurang lebih dalam kondisi baik-baik saja. Kami melakukan pekerjaan yang spesial dan mengambil risiko. Kami harus menjauhkan momen negatif itu dari lintasan," tutupnya.

Artikel terkait

Rekomendasi