Kiper Real Zaragoza Esteban Andrada dijatuhi hukuman larangan bertanding sebanyak 13 laga oleh Federasi Sepakbola Spanyol (RFEF) pada Rabu (29/4/2026). Sanksi berat ini diberikan setelah penjaga gawang berusia 35 tahun tersebut melakukan pemukulan terhadap pemain lawan dalam laga Derby Aragon kontra Huesca.
Insiden bermula saat Andrada menerima kartu kuning kedua akibat mendorong kapten Huesca, Jorge Pulido, hingga terjatuh. Dilansir dari Detik Sport, kemarahan yang tidak terkendali membuat mantan kiper Boca Juniors itu melayangkan pukulan tinju ke arah wajah Pulido setelah diusir keluar lapangan.
Aksi kekerasan tersebut memicu keributan besar antara pemain kedua kesebelasan di lapangan. Berdasarkan laporan ESPN, Komite Disiplin RFEF merinci sanksi tersebut menjadi satu laga untuk hukuman kartu merah dan 12 laga tambahan untuk aksi pemukulan sesuai Pasal 103.
Keputusan otoritas sepak bola Spanyol ini memastikan musim 2025/2026 berakhir lebih cepat bagi sang penjaga gawang kawakan. Mengingat kompetisi divisi Segunda hanya menyisakan lima pertandingan lagi, Zaragoza dipastikan kehilangan kiper utama mereka hingga akhir musim.
Andrada secara terbuka telah mengakui kesalahan dan menyatakan penyesalannya atas tindakan emosional yang mencederai sportivitas tersebut.
"Saya ingin meminta maaf kepada Jorge Pulido karena kami adalah rekan kerja. Saya kehilangan fokus sesaat dan saya akan menerima hukuman apa pun yang akan saya terima dari Liga," kata Andrada.
Pernyataan maaf tersebut ditujukan langsung kepada kapten Huesca dengan komitmen untuk tidak mengulangi perbuatan serupa di masa depan. Saat ini, Real Zaragoza harus bersiap melakoni sisa laga musim ini tanpa kehadiran Andrada di bawah mistar gawang.