Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan mengimbau masyarakat dan Bobotoh untuk tetap menjaga situasi kondusif menjelang pertandingan terakhir musim 2025-2026 antara Persib Bandung melawan Persijap Jepara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada Sabtu (23/5), sebagaimana dilansir dari Media Indonesia.
Langkah penertiban ini dilakukan demi memastikan gelar juara dapat diraih dengan aman. Pemerintah daerah menekankan pentingnya kedewasaan sikap dari para pendukung demi menghindari kerugian bagi kelompok suporter maupun klub asal Jawa Barat tersebut.
"Bobotoh dipersilakan datang ke GBLA dan mendukung Persib. Namun saya mengingatkan bobotoh untuk jaga diri dan nama baik. Tunjukkan kedewasaan dengan menghindari tindakan yang bisa merugikan diri sendiri maupun klub," ucap Erwan Setiawan, Wakil Gubernur Jawa Barat.
Larangan keras juga diberlakukan terkait membawa barang-barang berbahaya ke area pertandingan. Suporter diminta untuk tidak membawa ataupun menyalakan petasan serta suar selama berada di dalam area stadion.
"Kami berharap pertandingan laga terakhir Super League musim 2025-2026 antara Persib Bandung menjamu Persijap Jepara di GBLA nanti dapat berlangsung lancar, sukses tanpa ekses dan insya Allah Persib meraih kemenangan," tutur Erwan Setiawan.
Selain imbauan dari pihak provinsi, Pemerintah Kota Bandung turut mengantisipasi lonjakan massa pendukung yang tidak memiliki tiket pertandingan. Langkah antisipasi diwujudkan melalui penyediaan fasilitas penonton di berbagai wilayah administratif kota.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memaparkan bahwa penyebaran titik nonton bareng di 30 kecamatan bertujuan mengurai konsentrasi massa agar tidak terpusat di satu lokasi. Melalui kebijakan ini, potensi kepadatan berlebih diharapkan dapat diminimalkan dengan pengawasan pergerakan suporter yang tetap menjadi perhatian utama.
ÔÇ£Terpenting adalah mengamati pergerakan bobotoh, setelah nonton ngapain, atau pada saat nonton supaya tetap kondusif. Pemkot Bandung bersama aparat keamanan akan melakukan pemantauan di setiap kecamatan guna memastikan situasi tetap terkendali," tandas Muhammad Farhan, Wali Kota Bandung.