Bek Real Madrid, Eder Militao, dilaporkan terlibat dalam keretakan hubungan antara rekan setimnya, Vinicius Junior, dengan sang kekasih, Virginia Fonseca. Isu tersebut memicu respons emosional dari Militao yang mengaku merasa ketakutan akibat rumor yang beredar.
Hubungan asmara Vinicius dan Virginia dikabarkan kandas baru-baru ini. Seperti dikutip dari Detik Sport, perpisahan tersebut disinyalir terjadi akibat tindakan tidak terpuji yang dilakukan oleh penyerang sayap Real Madrid tersebut selama berada di Spanyol.
Kabar yang beredar menyebutkan bahwa Vinicius dan Eder Militao, yang diketahui tinggal di kediaman yang sama, mengundang sejumlah wanita ke rumah mereka. Informasi tersebut kemudian diketahui oleh Virginia, yang langsung mengambil keputusan untuk mengakhiri hubungan cintanya.
Menanggapi rumor miring yang menyeret namanya, Militao segera merilis pernyataan resmi untuk memberikan klarifikasi. Pemain asal Brasil tersebut menyangkal seluruh tuduhan dan memaparkan dampak psikologis yang ia alami.
"Menyusul spekulasi dan tuduhan yang beredar di internet belakangan ini mengenai nama saya, saya ingin mengklarifikasi bahwa semua informasi yang dikaitkan dengan saya itu tidak benar dan tidak didukung oleh bukti apa pun," tulis Eder Militao dalam pernyataan di Instagram.
"Saat ini, saya sepenuhnya fokus pada pemulihan dari cedera yang membuat saya absen dari Piala Dunia 2026, serta memberikan perhatian penuh kepada keluarga saya, terutama istri saya yang sedang hamil."
"Saya akui, saya merasa takut dengan seluruh situasi ini. Saya sudah sampai pada titik di mana saya hampir tidak pernah keluar rumah ketika istri saya tidak ada, akibat dampak dan skala tuduhan tak berdasar ini."
"Saya tekankan bahwa, jika ada tuduhan konkret yang melibatkan nama saya, bukti nyata harus diajukan, bukan asumsi, penilaian terburu-buru, atau narasi yang dibuat-buat di internet."
"Penyebaran tuduhan palsu yang tidak bertanggung jawab ini tidak hanya merusak citra saya, tetapi juga keluarga saya, yang telah terkena dampak langsung dari paparan yang tidak adil ini. Saya memohon rasa hormat, tanggung jawab, dan empati di saat yang sensitif ini," kata Eder Militao.