Ajang balap MotoGP Catalunya 2026 diwarnai dengan pengibaran bendera merah atau red flag hingga dua kali akibat insiden di lintasan. Dilansir dari Detik Oto, benturan keras dan kecelakaan beruntun memaksa jalannya balapan harus dihentikan sementara waktu.
Kondisi menegangkan pertama terjadi saat motor Pedro Acosta melambat secara mendadak di lintasan. Situasi tersebut membuat Alex Marquez yang berada tepat di belakangnya tidak mampu menghindar hingga menabrak area buritan motor Acosta.
Tidak lama berselang, bendera merah kedua kembali berkibar akibat kecelakaan massal di tikungan pertama sesaat setelah start kedua dilakukan. Insiden beruntun di awal balapan ini melibatkan sejumlah pebalap top termasuk Johann Zarco dan Francesco Bagnaia.
Kecelakaan horor antara Acosta dan Alex Marquez sendiri terjadi ketika balapan baru menuntaskan 11 putaran. Memasuki lap ke-12 dari total 24 lap, kedua pebalap sedang terlibat aksi saling menyalip yang sengit untuk memperebutkan posisi terdepan.
Sebelum tabrakan terjadi, Acosta sempat mengangkat tangannya sebagai isyarat bahwa kendaraan tunggangannya mengalami kendala teknis. Namun, jarak yang sudah terlanjur sangat dekat membuat Alex Marquez kehilangan momentum untuk mengelak.
Benturan tersebut membuat Alex Marquez kehilangan kendali penuh atas motor Ducatinya hingga terpelanting keluar jalur sirkuit. Sepeda motor milik Marquez hancur berkeping-keping akibat dampak benturan yang sangat keras.
Saking parahnya kecelakaan itu, ban motor Alex Marquez sampai terlepas dan menggelinding masuk kembali ke dalam lintasan aktif. Ban tersebut kemudian dihantam oleh pebalap Pertamina Enduro VR46 Racing Team, Fabio Di Giannantonio, sebelum panitia mengibarkan red flag.
Mengenai pemicu melambatnya motor Acosta, Manajer Tim KTM Aki Ajo memberikan penjelasan mengenai indikasi awal masalah tersebut.
"Jelas ada masalah elektronik. Tapi kami belum mengetahui hal yang lebih spesifik," katanya.
Seperti diberitakan oleh Crash, Acosta juga memberikan konfirmasi mengenai malfungsi kelistrikan yang membuatnya tidak bisa memutar tuas gas secara mendadak.
"Saya mengalami masalah kelistrikan. Di lintasan lurus, saya tiba-tiba kehilangan kendali gas. Semuanya berjalan sangat buruk. Untuk itu, saya rasa tidak perlu membicarakan balapan," ujar Acosta kepada TNT seperti dikutip Crash.
Meskipun bisa melanjutkan start ulang menggunakan motor cadangan, Acosta mengaku kesulitan mengembalikan fokus setelah melihat kecelakaan hebat yang menimpa rekannya.
"Saya menggunakan motor lain (untuk start setelah red flag), motornya baik-baik saja. Tetapi tidak pernah mudah untuk kembali lagi setelah situasi yang tidak menyenangkan, seperti yang kita alami hari ini, setelah kecelakaan besar yang menimpa Alex."
Ia juga melontarkan kritik terkait keputusan penyelenggara yang memaksakan balapan terus berjalan hingga memicu potensi start untuk ketiga kalinya.
"Lagipula, saya rasa tidak perlu lagi melakukan percobaan ketiga setelah dua kali bendera merah dikibarkan. Menurut saya, hal-hal ini tidak perlu. Pada akhirnya, pertunjukan itu penting, tetapi kitalah yang membuat pertunjukan itu. Karena itu, tidak menyenangkan jika harus ada tiga balapan hari ini," kata Acosta.