Dosen Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Theresia Novi Poespita Candra mengingatkan para orangtua pada Kamis (21/5/2026) mengenai pentingnya melatih kemampuan mendengarkan anak demi membangun hubungan keluarga yang sehat, dilansir dari Lifestyle.
Kecenderungan orangtua saat ini dinilai lebih sering memberikan nasihat instan dan menghakimi daripada menyimak cerita anak secara mendalam akibat terbiasa dengan pola komunikasi digital yang serba singkat.
Padahal, tindakan menyimak dengan penuh perhatian sangat dibutuhkan oleh anak agar mereka merasa dihargai, aman, serta nyaman untuk tetap terbuka kepada orangtua mereka.
ÔÇ£Anak-anak itu tidak butuh dinasihati terus. Mereka butuh didengarkan,ÔÇØ ujar Novi dikutip dari ANTARA melalui Kompas.
Novi menjelaskan bahwa sikap orangtua yang terlalu cepat memberikan arahan atau kritik justru memicu anak untuk menutup diri dan memicu kerenggangan hubungan emosional.
ÔÇ£Jangan mudah menasihati karena itu menjadikan ruang tidak aman di rumah,ÔÇØ katanya.
Menurut Novi, keterampilan mendengarkan secara utuh dapat dilatih oleh orang dewasa dengan cara hadir sepenuhnya tanpa distraksi gawai dan memberikan respons sederhana seperti menjaga kontak mata.
ÔÇ£Kita bisa latihan dengan benar-benar mendengarkan orang lain, bahkan ketika kita tidak punya kepentingan apa pun,ÔÇØ ujarnya.
Pembentukan komunikasi yang hangat di lingkungan keluarga memerlukan konsistensi serta kesadaran penuh dari orangtua karena anak akan meniru kebiasaan sehari-hari yang mereka lihat di rumah.
ÔÇ£The change start from the parents,ÔÇØ kata Novi.