Dokter Diana Suganda Ingatkan Pentingnya Menjaga Keseimbangan Elektrolit

Dokter Diana Suganda Ingatkan Pentingnya Menjaga Keseimbangan Elektrolit
Foto: Ilustrasi Dokter Diana Suganda Ingatkan Pentingnya Menjaga Keseimbangan Elektrolit.

Kebutuhan cairan tubuh tidak selalu ditandai oleh munculnya rasa haus. Saat beraktivitas padat, menempuh perjalanan jauh, hingga berada di ruangan ber-AC sepanjang hari, tubuh berisiko kehilangan cairan dan elektrolit tanpa disadari.

Kondisi ini dapat menyebabkan tubuh menjadi lemas, sulit fokus, hingga mengalami kram otot saat beraktivitas maupun berolahraga. Masalah tersebut menjadi pengingat pentingnya menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit, mengingat sebagian besar tubuh manusia terdiri atas air yang menyokong fungsi organ.

Seperti dilansir dari Medcom, tubuh manusia memiliki keunikan tersendiri karena sebagian besar strukturnya terdiri dari air. Komposisi cairan tersebut mencapai 60 sampai 65 persen dari keseluruhan tubuh manusia.

ÔÇ£Tubuh kita itu unique. Dan mostly, memang tubuh kita ini terdiri dari air. Justru 60-65% of our body itu cairan,ÔÇØ ujar dr. Diana Felicia Suganda, M.Kes, Sp. G.K, Spesialis Gizi Klinik dalam acara "Power Your HydrationÔÇØ by Coca-Cola Indonesia di FX Sudirman, Jakarta, Selasa, (19/05/26).

Cairan di dalam tubuh bukan sekadar air biasa, melainkan mengandung ragam elektrolit esensial. Kandungan tersebut meliputi natrium, kalium, kalsium, dan magnesium yang berfungsi menjaga keseimbangan cairan di dalam maupun di luar sel tubuh.

Kalsium dan magnesium memiliki kegunaan yang besar bagi kelangsungan fungsi tubuh. Kalsium berperan mendukung kesehatan tulang, gigi, dan otot, sedangkan magnesium berfungsi dalam relaksasi otot serta menjaga kualitas tidur.

ÔÇ£Magnesium, dia berperan penting juga untuk membantu deep sleep kita lebih oke,ÔÇØ katanya.

Kekurangan kadar elektrolit dapat memicu dampak negatif seperti tubuh lemas, penurunan konsentrasi, hingga kram otot. Fenomena ini kerap memapar individu setelah menjalani aktivitas berat, perjalanan jauh, atau olahraga intensitas tinggi yang menguras keringat.

ÔÇ£Kalau memang kita hanya minum air aja, tapi elektrolitnya tidak terganti, akhirnya yang tadi butuh natrium, kalium, kalsium segala macam nggak ada. Apa yang dirasain? Ya kita lemes,ÔÇØ ujar dr. Diana.

Kondisi kram saat berolahraga juga menjadi indikator nyata bahwa tubuh sedang kekurangan pasokan elektrolit. Otot memerlukan keseimbangan mineral yang pas untuk mendukung proses kontraksi dan relaksasi secara optimal.

ÔÇ£Kalau udah keram, berarti sudah kekurangan. Karena fungsinya dia tadi kan menjaga otot,ÔÇØ katanya.

Memenuhi Cairan Sebelum Muncul Rasa Haus

Rasa haus sebenarnya menjadi sinyal kuat bahwa tubuh sudah mulai memasuki fase dehidrasi. Oleh karena itu, pemenuhan kebutuhan cairan idealnya dilakukan sebelum tubuh benar-benar merasakan haus.

ÔÇ£Jangan nunggu haus. Kalau udah ngerasa haus, sebenarnya itu sudah proses dari kita menuju dehidrasi. Kadang kita nggak ngerasa haus. Padahal sudah terjadi sebenarnya proses dehidrasi tadi,ÔÇØ jelasnya.

Aktivitas harian yang tampak biasa seperti bekerja, berpikir, berselancar di media sosial, hingga berdiam di ruangan ber-AC tetap menguras cairan dan elektrolit tubuh. Masyarakat diimbau untuk lebih peka terhadap kondisi tubuh masing-masing demi memastikan kecukupan hidrasi agar tubuh tetap bertenaga.

Artikel terkait

Rekomendasi