Dokter Akupuntur Medik Ungkap Cara Atasi Mual Ibu Hamil

Dokter Akupuntur Medik Ungkap Cara Atasi Mual Ibu Hamil
Foto: Ilustrasi Dokter Akupuntur Medik Ungkap Cara Atasi Mual Ibu Hamil.

Gejala mual dan muntah atau morning sickness sering menjadi tantangan bagi ibu hamil, terutama saat memasuki trimester pertama. Kondisi ini dapat mengganggu rutinitas harian serta menurunkan kualitas hidup jika tidak ditangani dengan tepat.

Kini terapi akupuntur mulai banyak diminati sebagai metode pendamping untuk meringankan keluhan tersebut. Seperti dikutip dari Lifestyle, metode ini dinilai mampu membantu tubuh beradaptasi terhadap perubahan fisik selama masa mengandung.

Dokter Spesialis Akupuntur Medik Eka Hospital PIK, dr. Laura Widiastuti, Sp.AK, menyatakan bahwa akupuntur memang membantu mengurangi frekuensi mual dan muntah. Namun, ia menekankan bahwa terapi ini bukanlah solusi instan.

Munculnya rasa mual merupakan respons alami tubuh terhadap fluktuasi hormon yang signifikan. Salah satu pemicu utamanya adalah hormon progesteron yang meningkat demi mendukung perkembangan janin di dalam rahim.

"Mual dan muntah pada kehamilan sering dialami. Hal ini bagus karena hormon progesteronnya tinggi karena kehamilan memicu hormon tersebut," jelas dr. Laura dalam Media Meet Up Eka Hospital PIK & Pluit di Jakarta Selatan, Rabu (6/5/2026).

Selain itu, hormon Human Chorionic Gonadotropin (HCG) juga memegang peranan penting. Lonjakan kadar HCG diketahui dapat mengganggu pergerakan atau motilitas usus pada sistem pencernaan ibu hamil.

"Penyebab mual dan muntah pada kehamilan yang mempengaruhi motilitas usus itu karena HCG yang meningkatkan dan mengganggu motilitas usus," ujarnya.

Kondisi ini menyebabkan proses pengosongan lambung berjalan lebih lambat dari biasanya. Dampaknya, ibu hamil sering merasa begah, mual, hingga muntah spontan, terutama ketika mencium aroma tertentu atau pada pagi hari.

Cara Kerja Akupuntur Meredakan Gejala

Terapi akupuntur bekerja melalui stimulasi pada titik tubuh tertentu yang berkaitan dengan sistem saraf otonom. Stimulasi ini bertujuan mengatur kembali respons tubuh terhadap sensasi mual yang muncul dari otak dan pencernaan.

"Akupunktur dapat membantu namun tidak dapat 100 persen menghilangkan mual dan bekerja dengan meningkatkan serotonin, dopamin, hingga meningkatkan motilitas usus melalui vagal aferen yang tadi pusat-pusat otonom," katanya.

Melalui mekanisme ini, sinyal saraf yang memengaruhi pusat mual di otak akan diseimbangkan kembali. Fokus utama terapi ini bukan untuk menekan hormon kehamilan, melainkan meminimalisir dampak yang ditimbulkan.

"Akupuntur tidak dengan menurunkan progesteronnya, tapi kita memperbaikinya dan meminimalisir gejala tersebut. Hal ini bisa terlihat jika seminggu dua kali akupuntur, maka muntah dan mualnya menurun per harinya," tutur dr. Laura.

Dukungan Data Medis dan Alternatif Tanpa Obat

Sejumlah penelitian medis telah mendukung efektivitas praktik ini bagi ibu hamil. Data menunjukkan adanya perbaikan pada kondisi migrain serta mual yang dialami pasien setelah menjalani sesi akupuntur secara rutin.

"Dalam salah satu jurnal mengenai akupuntur terbukti bahwa praktik ini bisa memperbaiki migrain, mual, dan muntah pada ibu hamil," ungkapnya.

Metode ini menjadi alternatif menarik bagi ibu yang enggan mengonsumsi obat-obatan kimia selama masa kehamilan. Akupuntur menawarkan pendekatan non-farmakologis yang cenderung lebih tenang bagi psikologis ibu.

"Akupunktur memerlukan waktu. Namun praktik akupuntur tidak menggunakan obat, terkadang ada pasien yang ragu minum obat tertentu pada saat kehamilan, maka bisa coba akupuntur untuk kurangi mualnya," kata dr. Laura.

Meskipun bermanfaat, hasil terapi tetap bergantung pada kondisi kesehatan masing-masing individu. Pasien tetap disarankan melakukan konsultasi medis jika mual berujung pada dehidrasi parah atau penurunan berat badan yang drastis.

Artikel terkait

Rekomendasi