Ibadah haji dan umrah menyertakan rangkaian amalan penting, salah satunya adalah memanjatkan doa setelah menyelesaikan tawaf di KaÔÇÖbah. Seperti dikutip dari Info, jamaah sangat dianjurkan untuk mendirikan sholat sunnah dua rakaat terlebih dahulu sebelum bermunajat kepada Allah SWT dengan penuh kekhusyukan.
Praktik sholat sunnah dua rakaat setelah tawaf ini berlandaskan pada teladan yang diberikan oleh sahabat Nabi Muhammad SAW, Abdullah bin Umar. Beliau menunjukkan cara mendekatkan diri kepada Sang Pencipta melalui rangkaian ibadah fisik yang ditutup dengan komunikasi spiritual yang mendalam.
Berdasarkan riwayat dari NafiÔÇÖ dalam kitab Al-Mushannaf karya Ibnu Abi Syaibah, Abdullah bin Umar memiliki kebiasaan khusus saat menjalankan haji atau umrah. Setelah merampungkan putaran tawaf, beliau segera melaksanakan sholat sunnah dua rakaat sebagai bentuk ketaatan.
Keteladanan beliau terlihat saat tidak langsung meninggalkan lokasi setelah sholat usai. Abdullah bin Umar justru memilih untuk duduk dalam durasi yang cukup lama guna memuji Allah SWT dan memanjatkan permohonan secara khusyuk. Doa serupa juga beliau lantunkan saat berada di antara bukit Safa dan Marwa dalam prosesi saÔÇÖi.
Lafaz dan Makna Doa Setelah Tawaf
Permohonan yang dipanjatkan Abdullah bin Umar mencakup berbagai aspek kehidupan, mulai dari keteguhan dalam memeluk agama hingga keselamatan di hari pembalasan. Berikut adalah petikan lafaz doa yang disebutkan dalam riwayat tersebut:
Ϻ┘ä┘ä┘Ä┘æ┘ç┘Å┘à┘Ä┘æ ϺÏ╣┘ÆÏÁ┘É┘à┘Æ┘å┘É┘è Ï¿┘ÉÏ»┘É┘è┘å┘É┘â┘ÄÏî ┘ê┘ÄÏÀ┘ÄϺÏ╣┘ÄÏ®┘É Ï▒┘ÄÏ│┘Å┘ê┘ä┘É┘â┘Ä ÏÁ┘Ä┘ä┘Ä┘æ┘ë Ϻ┘ä┘ä┘Ä┘æ┘ç┘Å Ï╣┘Ä┘ä┘Ä┘è┘Æ┘ç┘É ┘ê┘ÄÏ│┘Ä┘ä┘Ä┘æ┘à┘ÄÔǪ
Selain memohon perlindungan agama, doa ini berisi harapan agar seorang hamba senantiasa dicintai oleh Allah SWT, para malaikat, rasul, serta orang-orang saleh. Riwayat lengkap mengenai amalan ini dapat ditemukan dalam Al-Mushannaf juz 6 halaman 108 yang menjadi rujukan para ulama.
Esensi Spiritual Munajat di Tanah Suci
Doa yang dibaca usai sholat sunnah tawaf bukan sekadar rutinitas lisan, melainkan jembatan spiritual bagi setiap Muslim. Momentum ini menjadi titik penguat iman dan sarana memohon bimbingan agar tetap konsisten berada di jalan yang diridhai oleh Allah SWT.
Jamaah haji dan umrah sangat disarankan untuk memaksimalkan waktu tenang setelah tawaf untuk bermunajat secara ikhlas. Dengan mengikuti tuntunan yang dicontohkan sahabat Nabi, diharapkan hati jamaah menjadi lebih tenang dan memperoleh keberkahan spiritual yang maksimal selama berada di Tanah Suci.