Jemaah haji dan umrah sangat dianjurkan untuk memperbanyak permohonan kepada Allah SWT saat menjalani prosesi thawaf di Masjidil Haram, Makkah. Salah satu titik yang memiliki keutamaan khusus untuk berdoa adalah area di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad.
Seperti dikutip dari Cahaya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menjelaskan bahwa Rasulullah SAW mengajarkan doa khusus di lokasi tersebut. Meski lafaznya tergolong singkat, doa ini menyimpan makna mendalam yang mencakup permohonan kebaikan di dunia maupun akhirat.
Dalam pelaksanaan ibadah di Tanah Suci, terdapat momentum penting yang sering dilalui jemaah namun terkadang luput dari perhatian. Momen ini terjadi tepat saat jemaah berjalan menyusuri area antara Rukun Yamani menuju Hajar Aswad.
Sahabat Abdullah bin as-Saib radhiyallahu ÔÇÿanhu dalam sebuah riwayat hadis menyebutkan bahwa dirinya mendengar Nabi SAW melantunkan doa di titik tersebut. Berikut adalah bacaan doa yang dimaksud:
Ï▒┘ÄÏ¿┘æ┘Ä┘å┘ÄϺ ÏóϬ┘æ┘É┘å┘ÄϺ ┘ü┘æ┘É┘è Ϻ┘äÏ»┘æ┘Å┘å┘æ┘É┘è┘ÄϺ Ï¡┘ÄÏ│┘Ä┘å┘ÄÏ®┘ïÏî ┘ü┘æ┘É┘è Ϻ┘ä┘æ┘ÄÏóÏ«┘æ┘ÉÏ▒┘ÄÏ®┘æ┘É Ï¡┘ÄÏ│┘Ä┘å┘ÄÏ®┘ïÏî ┘ê┘Ä┘é┘æ┘É┘å┘ÄϺ Ï▒┘ÄÏ░┘ÄϺϿ┘Ä Ïº┘ä┘å┘æ┘ÄϺÏ▒┘æ┘É
Artinya: ÔÇ£Wahai Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia, kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka.ÔÇØ (HR Ahmad)
Kemuliaan doa ini juga ditegaskan melalui keberadaannya di dalam Alquran, tepatnya pada surat Al-Baqarah ayat 201. Ayat tersebut mengisahkan tentang hamba-hamba Allah yang memohon perlindungan dan anugerah terbaik di kedua alam.
Tafsir Kebaikan Dunia dan Akhirat
Imam Ibnu Katsir memberikan penjelasan rinci mengenai makna kebaikan (hasanah) dalam doa tersebut. Menurut beliau, permohonan kebaikan di dunia mencakup segala fasilitas dan kenikmatan yang menunjang hidup manusia.
Cakupan kebaikan dunia ini meliputi aspek kesehatan fisik, tempat tinggal yang nyaman, pasangan hidup yang saleh, hingga rezeki yang berkah. Selain itu, ilmu bermanfaat dan reputasi yang baik juga termasuk dalam kategori hasanah di dunia.
Sementara itu, hasanah di akhirat memiliki arti tertinggi berupa kesempatan memasuki surga. Hal ini juga berkaitan erat dengan perasaan aman saat menghadapi peristiwa besar di Hari Kiamat serta kemudahan dalam proses perhitungan amal atau hisab.
Makna Perlindungan dari Neraka
Permohonan agar dijauhkan dari siksa neraka tidak hanya bermakna keselamatan di hari pembalasan kelak. Ibnu Katsir menafsirkan bahwa doa ini juga berisi permintaan agar seorang hamba dimudahkan untuk menjauhi segala larangan selama di dunia.
Keselamatan tersebut dimulai dari kemampuan menghindari perbuatan maksiat, perkara yang syubhat, serta hal-hal haram lainnya. Dengan demikian, doa ini menjadi panduan praktis bagi seorang mukmin untuk meraih keberuntungan yang utuh.
Bagi jemaah yang sedang melaksanakan thawaf, menghadirkan kekhusyukan saat membaca doa ini sangat dianjurkan. Kesadaran akan keterbatasan diri dan kebutuhan mutlak terhadap pertolongan Allah menjadi inti dari ibadah di antara dua rukun Ka'bah tersebut.