Membaca Doa Naik Kendaraan untuk Keselamatan dalam Bepergian

Membaca Doa Naik Kendaraan untuk Keselamatan dalam Bepergian
Foto: Ilustrasi Membaca Doa Naik Kendaraan untuk Keselamatan dalam Bepergian.

Mengamalkan doa saat naik kendaraan merupakan anjuran penting bagi setiap Muslim sebelum memulai perjalanan. Seperti dilansir dari Info, doa ini menjadi sarana memohon perlindungan kepada Allah SWT saat menggunakan motor, mobil, pesawat, hingga kapal laut.

Membaca doa tersebut tidak terbatas pada perjalanan jarak jauh saja. Umat Muslim dapat mengamalkannya dalam aktivitas rutin harian seperti berangkat bekerja, menuntut ilmu, hingga saat melakukan silaturahmi ke kerabat.

Islam mengajarkan setiap aktivitas diawali dengan menyebut nama Tuhan untuk mendapatkan keberkahan. Dengan berdoa sebelum berkendara, seorang Muslim menunjukkan sikap tawakal dan meyakini bahwa keselamatan sepenuhnya berada di bawah kuasa-Nya.

Sebelum melafalkan doa inti, Rasulullah SAW memberikan teladan dengan membaca takbir sebanyak tiga kali terlebih dahulu. Urutan ini menjadi bagian dari adab yang menyempurnakan persiapan spiritual seorang musafir.

Bacaan Takbir Tiga Kali

Ϻ┘ä┘ä┘æ┘░┘ç┘Å Ïú┘Ä┘â┘ÆÏ¿┘ÄÏ▒┘ÅÏî Ϻ┘ä┘ä┘æ┘░┘ç┘Å Ïú┘Ä┘â┘ÆÏ¿┘ÄÏ▒┘ÅÏî Ϻ┘ä┘ä┘æ┘░┘ç┘Å Ïú┘Ä┘â┘ÆÏ¿┘ÄÏ▒┘Å

"Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar."

"Allah Mahabesar, Allah Mahabesar, Allah Mahabesar."

Teks Lengkap Doa Naik Kendaraan

Setelah bertakbir, pengendara atau penumpang disunnahkan membaca doa yang diriwayatkan dalam Shahih Muslim dari Abdullah bin Umar RA. Berikut adalah bacaan lengkapnya:

Ï│┘ÅÏ¿┘ÆÏ¡┘ÄϺ┘å┘Ä Ïº┘ä┘Ä┘æÏ░┘É┘è Ï│┘ÄÏ«┘Ä┘æer┘Ä ┘ä┘Ä┘å┘ÄϺ ┘ç┘░Ï░┘ÄϺÏî ┘ê┘Ä┘à┘ÄϺ ┘â┘Å┘å┘Ä┘æÏº ┘ä┘Ä┘ç┘Å ┘à┘Å┘é┘ÆÏ▒┘É┘å┘É┘è┘å┘ÄÏî ┘ê┘ÄÏÑ┘É┘å┘Ä┘æÏº ÏÑ┘É┘ä┘Ä┘ë┘░ Ï▒┘ÄÏ¿┘É┘æ┘å┘ÄϺ ┘ä┘Ä┘à┘Å┘å┘Æ┘é┘Ä┘ä┘ÉÏ¿┘Å┘ê┘å┘Ä. Ϻ┘ä┘ä┘æ┘░┘ç┘Å┘à┘Ä┘æ ÏÑ┘É┘å┘Ä┘æÏº ┘å┘ÄÏ│┘ÆÏú┘Ä┘ä┘Å┘â┘Ä ┘ü┘É┘è Ï│┘Ä┘ü┘ÄÏ▒┘É┘å┘ÄϺ ┘ç┘░Ï░┘ÄϺ Ϻ┘ä┘ÆÏ¿┘ÉÏ▒┘Ä┘æ ┘ê┘ÄϺ┘äϬ┘Ä┘æ┘é┘Æ┘ê┘Ä┘ë┘░Ïî ┘ê┘Ä┘à┘å┘Ä Ïº┘ä┘ÆÏ╣┘Ä┘à┘Ä┘ä┘É ┘à┘ÄϺ Ϭ┘ÄÏ▒┘ÆÏÂ┘Ä┘ë┘░. Ϻ┘ä┘ä┘æ┘░┘ç┘Å┘à┘Ä┘æ ┘ç┘Ä┘ê┘É┘æ┘å┘Æ Ï╣┘Ä┘ä┘Ä┘è┘Æ┘å┘ÄϺ Ï│┘Ä┘ü┘ÄÏ▒┘Ä┘å┘ÄϺ ┘ç┘░Ï░┘ÄϺÏî ┘ê┘ÄϺÏÀ┘Æ┘ê┘É Ï╣┘Ä┘å┘Ä┘æÏº Ï¿┘ÅÏ╣┘ÆÏ»┘Ä┘ç┘Å. Ϻ┘ä┘ä┘æ┘░┘ç┘Å┘à┘Ä┘æ Ïú┘Ä┘å┘ÆÏ¬┘Ä Ïº┘äÏÁ┘Ä┘æÏºÏ¡┘ÉÏ¿┘Å ┘ü┘É┘è Ϻ┘äÏ│┘Ä┘æ┘ü┘ÄÏ▒┘ÉÏî ┘ê┘ÄϺ┘ä┘ÆÏ«┘Ä┘ä┘É┘è┘ü┘ÄÏ®┘Å ┘ü┘É┘è Ϻ┘ä┘ÆÏú┘Ä┘ç┘Æ┘ä┘É. Ϻ┘ä┘ä┘æ┘░┘ç┘Å┘à┘Ä┘æ ÏÑ┘É┘å┘É┘æ┘è Ïú┘ÄÏ╣┘Å┘êÏ░┘Å Ï¿┘É┘â┘Ä ┘à┘É┘å┘Æ ┘ê┘ÄÏ╣┘ÆÏ½┘ÄϺÏí┘É Ïº┘äÏ│┘Ä┘æ┘ü┘ÄÏ▒┘ÉÏî ┘ê┘Ä┘â┘ÄÏóÏ¿┘ÄÏ®┘É Ïº┘ä┘Æ┘à┘Ä┘å┘ÆÏ©┘ÄÏ▒┘ÉÏî ┘ê┘ÄÏ│┘Å┘êÏí┘É Ïº┘ä┘Æ┘à┘Å┘å┘Æ┘é┘Ä┘ä┘ÄÏ¿┘É ┘ü┘É┘è Ϻ┘ä┘Æ┘à┘ÄϺ┘ä┘É ┘ê┘ÄϺ┘ä┘ÆÏú┘Ä┘ç┘Æ┘ä┘É

"Subhaanal-ladzii sakh-khoro lanaa haadzaa wa maa kunnaa lahu muqriniin. Wa innaa ilaa robbinaa lamunqolibuun. Alloohumma innaa nas-aluka fii safarinaa haadzaal birro wat-taqwaa, wa minal ÔÇÿamali maa tardhoo. Alloohumma hawwin ÔÇÿalainaa safaranaa haadzaa, wathwi ÔÇÿannaa buÔÇÖdah. Alloohumma antash-shoohibu fis-safari, wal kholiifatu fil ahli. Alloohumma innii aÔÇÖuudzu bika min waÔÇÖtsaa-is safari, wa ka-aabatil man-dzori, wa suu-il munqolabi fil maali wal ahli."

"Mahasuci Allah yang telah menundukkan kendaraan ini untuk kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. Dan sesungguhnya kepada Tuhan kami, kami pasti akan kembali. Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu dalam perjalanan kami ini kebaikan, ketakwaan, dan amal yang Engkau ridai. Ya Allah, mudahkanlah perjalanan kami ini, dan dekatkanlah bagi kami jaraknya. Ya Allah, Engkaulah teman pendamping dalam perjalanan, dan penjaga keluarga yang kami tinggalkan. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari beratnya perjalanan, pemandangan yang menyedihkan, serta kepulangan yang buruk pada harta dan keluarga."

Makna Filosofis dan Doa Kembali

Doa tersebut mengandung pengakuan bahwa sarana transportasi adalah nikmat Allah. Di dalamnya terdapat permohonan agar dijauhkan dari hambatan perjalanan, rasa lelah yang berlebihan, serta kejadian buruk yang menimpa harta maupun keluarga di rumah.

Ketika telah sampai dan kembali ke rumah, Rasulullah SAW kembali membaca doa yang sama namun menambahkan lafaz syukur sebagai berikut:

Ïó┘è┘ÉÏ¿┘Å┘ê┘å┘Ä Ï¬┘ÄϺϪ┘ÉÏ¿┘Å┘ê┘å┘Ä Ï╣┘ÄϺϿ┘ÉÏ»┘Å┘ê┘å┘Ä ┘ä┘ÉÏ▒┘ÄÏ¿┘É┘æ┘å┘ÄϺ Ï¡┘ÄϺ┘à┘ÉÏ»┘Å┘ê┘å

"Aayibuuna taa-ibuuna ÔÇÿaabiduuna lirobbinaa haamiduun."

"Kami kembali, kami bertobat, kami tetap beribadah, dan kepada Tuhan kami, kami memuji."

Persiapan perjalanan di era modern memang melibatkan banyak hal teknis seperti bahan bakar dan peta digital. Namun, melengkapi usaha fisik dengan kesiapan spiritual melalui doa tetap menjadi amalan utama bagi Muslim untuk meraih ketenangan hati dan keselamatan.

Artikel terkait

Rekomendasi