Persib Bandung berhasil mengukir sejarah baru dalam kancah sepak bola nasional setelah mengunci gelar juara kompetisi kasta tertinggi Indonesia Super League selama tiga musim berturut-turut. Keberhasilan skuat Maung Bandung mempertahankan takhta tertinggi ini langsung mendapatkan apresiasi finansial yang besar.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengucurkan bonus senilai Rp1 miliar sebagai bentuk penghargaan atas prestasi tersebut. Langkah ini menjadi bukti komitmen personal dalam mendukung kemajuan olahraga di Jawa Barat. Seperti dilansir dari Suara, dana segar ini tidak bersumber dari anggaran pemerintah daerah.
Apresiasi jumbo tersebut berasal dari kantong pribadi Dedi Mulyadi yang memanfaatkan keuntungan dari usaha peternakan miliknya. Manajemen klub berjuluk Pangeran Biru dijadwalkan akan menerima penyerahan dana ini secara resmi pada awal bulan depan.
"Saya akan berbagi kebahagiaan. Saya lagi panen sapi, pasti ada untungnya. Untungnya saya sumbangkan Rp1 miliar untuk Persib," kata Dedi saat pelepasan konvoi.
Gubernur yang akrab disapa KDM ini memimpin langsung pelepasan rombongan tim asuhan Bojan Hodak. Dalam kesempatan itu, ia memuji konsistensi permainan Marc Klok dan kawan-kawan yang dinilai berada di atas rata-rata. Dedi juga menitipkan pesan agar perayaan kemenangan tetap mengutamakan kesopanan.
Momentum krusial ini sekaligus menegaskan batas profesional antara pengelolaan klub sepak bola modern dan otoritas birokrasi pemerintahan. Pemerintah Provinsi Jawa Barat secara terbuka menyatakan tidak ikut campur dalam ranah manajerial maupun operasional internal sang juara bertahan.
Sistem pengelolaan klub yang kini terlepas dari ketergantungan APBD terbukti mampu membawa Persib menjelma menjadi kiblat profesionalisme sepak bola tanah air. Pesta kemenangan sendiri dirayakan secara meriah melalui parade konvoi yang membelah jantung kota Bandung pada Minggu pagi.
Ribuan pendukung setia yang menyemut sejak titik keberangkatan di kawasan ikonik Gedung Sate turun ke jalanan Kota Kembang untuk menyambut pahlawan lapangan hijau mereka.