Dedi Kusnandar Kembali Perkuat Persib Bandung Kontra Persija Jakarta

Dedi Kusnandar Kembali Perkuat Persib Bandung Kontra Persija Jakarta
Foto: Ilustrasi Dedi Kusnandar Kembali Perkuat Persib Bandung Kontra Persija Jakarta.

Gelandang senior Dedi Kusnandar menandai kembalinya ke skuat Persib Bandung dalam pertandingan pekan ke-32 Super League 2025-2026 melawan Persija Jakarta di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (10/5/2026). Dilansir dari Bola, pemain yang akrab disapa Dado tersebut tampil sebagai pengganti pada menit ke-80.

Kemenangan 2-1 diraih Pangeran Biru atas rivalnya tersebut setelah Dedi masuk menggantikan Layvin Kurzawa yang terpaksa ditarik keluar akibat cedera. Kesempatan ini menjadi momen emosional bagi Dedi yang pada putaran pertama musim ini dipinjamkan ke kesebelasan Bhayangkara FC.

Kepuasan mendalam dirasakan oleh Dedi setelah kembali dipercaya oleh pelatih kepala Bojan Hodak untuk turun ke lapangan. Pemilik dua gelar juara bersama Persib ini mengaku telah lama menantikan momen berseragam biru kembali di kompetisi resmi.

"Pastinya senang, tapi ya saya pikir datang ke sini, saya tahu di Persib pemain-pemainnya berkualitas. Saya datang ke sini ingin bantu tim, kapan pun dan dimana pun saya disuruh main saya siap," kata Dedi.

Pemain berusia 34 tahun ini juga memberikan sorotan khusus terhadap rivalitas tinggi yang menyelimuti laga kontra Macan Kemayoran. Ia merasa bangga bisa berkontribusi dalam memenangkan pertandingan besar tersebut.

"Apalagi di laga lawan Persija menjadi sorotan. Pasti senang, bangga bisa mengalahkan tim besar," ucap Dedi.

Meskipun berstatus pemain berpengalaman, Dedi tidak menampik adanya tekanan mental saat dipercaya tampil di penghujung laga yang krusial. Rasa gugup sempat menghinggapi dirinya mengingat durasi absen yang cukup lama dari skuat utama Bandung.

"Pastinya bohong kalau enggak ada nervous, semua pemain-pemain profesional, apalagi saya mungkin cukup lama enggak main," kesan Dedi.

Instruksi taktis dari tim pelatih tetap menjadi prioritas utama sang gelandang guna memastikan keunggulan tim terjaga hingga peluit akhir. Dedi menekankan bahwa kesiapan mental menjadi kunci utama bagi setiap pemain profesional saat menghadapi situasi pertandingan apa pun.

"Tapi ya itu, saya harus siap yang tadi dibilang pelatih, siap lawan siapa pun, kapan pun, dimana pun saya harus siap." ujar Dedi.

Ia menambahkan bahwa atmosfer laga besar selalu memberikan dorongan adrenalin yang berbeda bagi setiap pesepak bola. Kontrol diri di dalam lapangan menjadi hal krusial yang ia terapkan selama sisa waktu pertandingan di Samarinda.

"Jadi pasti ada rasa nervous, tegang tapi ya setelah masuk lapangan, Alhamdulillah saya bisa mengontrol diri. Siapa yang enggak mau main lawan Persija, pemain di mana pun pasti pengen main di big match." kata Dedi.

Pencapaian tiga poin ini sangat disyukuri oleh skuat, terutama dengan tensi tinggi yang dirasakan sepanjang jalannya laga. Dedi menilai hasil akhir kemenangan menjadi hal yang paling krusial bagi tim saat ini.

"Saya merasakan atmosfer adrenalin kemarin dan yang penting hasil akhirnya kita memenangkan pertandingan," beber Dedi.

Secara statistik, laga ini merupakan penampilan kedua Dedi bersama Persib musim ini setelah sebelumnya sempat bermain di partai pembuka melawan Semen Padang FC. Saat di Bhayangkara FC, sang gelandang mencatatkan lima kali penampilan bersama tim berjuluk The Guardians.

Dedi mengingatkan rekan-rekan setimnya untuk tidak berpuas diri karena persaingan menuju tangga juara masih sangat ketat. Saat ini, Borneo FC terus menempel di posisi klasemen dengan raihan poin yang identik, yakni 75 poin.

"Tapi ya itu, kami belum aman, belum juara. Jadi saya berharap doa dan dukungan dari Bobotoh semua untuk dua pertandingan final ini," kata Dedi.

Persib Bandung kini menyisakan dua laga sisa yang menentukan nasib mereka di akhir musim. Skuat asuhan Bojan Hodak dijadwalkan akan berhadapan dengan PSM Makassar dan Persijap Jepara untuk memastikan gelar juara.

Artikel terkait

Rekomendasi