Penyerang berbakat Dean Zandbergen menunjukkan ketajamannya bersama VVV Venlo dengan mengoleksi total 15 gol sepanjang musim kompetisi 2025/2026. Capaian impresif ini memperkuat posisi pemain keturunan Depok tersebut sebagai kandidat kuat dalam program naturalisasi skuad Garuda.
Dilansir dari Suara, Zandbergen mengungkapkan hasrat yang mendalam untuk mengenakan seragam Timnas Indonesia. Motivasi utama sang pemain adalah keinginan untuk menjaga ikatan emosional dengan silsilah keluarga dari garis ibunya.
Ketajaman pemain berusia 24 tahun ini terlihat nyata menjelang berakhirnya musim, terutama saat ia menjadi pahlawan kemenangan VVV Venlo atas Almere City. Dalam laga yang berakhir dengan skor 3-1 tersebut, Zandbergen sukses menyarangkan dua gol penting.
Berkat performa brilian pada pertandingan penutup musim, ia dianugerahi gelar Man of the Match. Penghargaan ini sekaligus membuktikan insting tajam yang dimilikinya sebagai sosok ujung tombak di lini depan.
Sepanjang musim ini, Zandbergen tercatat tampil konsisten dalam 35 pertandingan di kompetisi liga. Selain torehan 15 gol, ia juga menyumbangkan tiga assist yang membantu VVV Venlo mengamankan posisi di papan tengah klasemen dengan total 45 poin.
Kehadiran Zandbergen diyakini mampu memberikan dimensi baru serta menjadi solusi produktivitas bagi lini serang Timnas Indonesia. Stabilitas performa yang ia tunjukkan menjadi modal berharga untuk memperkuat tim nasional di ajang internasional.
Sikap Terkait Administrasi Pemain Diaspora
Di balik gemilangnya prestasi di lapangan, sepak bola Belanda tengah diramaikan oleh polemik administrasi pemain yang dikenal sebagai Paspoortgate. Meski isu tersebut berdampak pada banyak pemain diaspora, Zandbergen tetap tenang menghadapi situasi tersebut.
Dalam sesi wawancara dengan FC AFKICKEN, Zandbergen justru memberikan pandangan positif mengenai kondisi tersebut. Ia merasa cukup lega karena belum melalui proses administrasi paspor di tengah kegaduhan yang sedang terjadi.
ÔÇ£Aku justru senang bahwa aku belum memiliki paspor itu, karena jika sudah, kamu juga akan menghadapi semua keributan,ÔÇØ ujar Zandbergen.
ÔÇ£Jadi, ya, aku akan berbohong kalau bilang aku tidak menginginkannya,ÔÇØ kata Zandbergen menekankan keinginannya membela Indonesia.
ÔÇ£Bisa bermain untuk sebuah negara, dalam hal ini dari pihak ibu saya juga masih ada keluarga di sana (Indonesia). Itu memang sebuah impian,ÔÇØ tutur Zandbergen menambahkan.
Bagi Zandbergen, bergabung dengan skuad Garuda bukan sekadar pilihan karier profesional di dunia sepak bola. Langkah tersebut dipandang sebagai upaya untuk menghargai akar kebudayaan dan keluarga yang masih menetap di tanah air.