Psikolog Ungkap Dampak Trauma Ibu Akibat Kekerasan Anak di Daycare

Psikolog Ungkap Dampak Trauma Ibu Akibat Kekerasan Anak di Daycare
Foto: Ilustrasi Psikolog Ungkap Dampak Trauma Ibu Akibat Kekerasan Anak di Daycare.

Kasus kekerasan di tempat penitipan anak atau daycare dilaporkan memicu dampak psikologis mendalam bagi orangtua, khususnya ibu, yang menghadapi tekanan emosional mulai dari syok hingga rasa bersalah berlebih. Fenomena ini menjadi perhatian publik karena mengganggu stabilitas mental keluarga korban sebagaimana dilansir dari Lifestyle.

Psikolog anak Vera Itabiliana menjelaskan bahwa reaksi emosional tersebut merupakan respons wajar saat orangtua mendapati anaknya mengalami perlakuan buruk di lingkungan yang seharusnya aman. Dampak ini meliputi hilangnya rasa percaya dan kewaspadaan berlebih terhadap lingkungan sekitar.

"Ibu juga bisa mengalami kehilangan rasa aman dan kepercayaan, karena tempat yang sebelumnya dipercaya justru mencelakai anak," jelas Vera saat dihubungi Kompas.com, baru-baru ini.

Kondisi traumatis tersebut sering kali memicu fenomena menyalahkan diri sendiri atau self-blame, di mana ibu merasa gagal melindungi buah hatinya. Padahal, secara objektif, tanggung jawab atas peristiwa tersebut sepenuhnya berada pada pihak pelaku kekerasan.

"Ini adalah respons emosional yang umum dalam situasi traumatis, meskipun tidak selalu rasional," tambah Vera.

Untuk memulihkan kondisi mental, para ahli menyarankan orangtua untuk mengizinkan diri merasakan emosi, memastikan keamanan anak, dan mencari dukungan dari keluarga terdekat. Pembatasan paparan informasi di media sosial juga dinilai penting guna menghindari komentar negatif netizen yang sering kali menyudutkan orangtua.

Dukungan lingkungan yang empatik tanpa menghakimi menjadi faktor kunci dalam proses pemulihan trauma ini. Masyarakat diharapkan mengalihkan fokus perhatian pada pertanggungjawaban pelaku dan perbaikan sistem pengawasan daycare daripada mempertanyakan keputusan orangtua dalam menitipkan anak.

Artikel terkait

Rekomendasi