Polusi Udara Ancam Kesehatan Ibu Hamil dan Perkembangan Janin

Polusi Udara Ancam Kesehatan Ibu Hamil dan Perkembangan Janin
Foto: Ilustrasi Polusi Udara Ancam Kesehatan Ibu Hamil dan Perkembangan Janin.

Paparan polusi udara pada ibu hamil dilaporkan dapat memicu dampak serius terhadap kesehatan ibu sekaligus mengganggu perkembangan janin di dalam kandungan. Ancaman ini menjadi perhatian global setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat hampir 99 persen populasi dunia menghirup udara berkualitas buruk, Sabtu (2/5/2026).

Kondisi fisik perempuan mengalami perubahan signifikan selama masa kehamilan, salah satunya adalah peningkatan kebutuhan oksigen yang membuat sistem pernapasan bekerja lebih aktif. Peningkatan volume udara yang dihirup secara otomatis meningkatkan jumlah polutan yang masuk ke dalam tubuh ibu, sebagaimana dilansir dari Lifestyle.

Director and Senior Consultant di Cloudnine Group of Hospitals New Delhi, Dr. Sunita Lamba menjelaskan bahwa partikel berbahaya tersebut dapat menembus aliran darah hingga mencapai plasenta.

ÔÇ£Karena ibu hamil menghirup volume udara yang lebih besar, mereka juga menghirup lebih banyak polutan. Partikel ini dapat masuk ke aliran darah dan melewati plasenta, sehingga berpotensi membahayakan bayi,ÔÇØ ujar Dr. Lamba.

Masuknya zat kimia berbahaya seperti PM2.5, karbon monoksida, dan nitrogen dioksida dapat memicu stres oksidatif yang merusak sel-sel sehat dalam tubuh. Kondisi ini berisiko mengganggu distribusi nutrisi dan oksigen yang sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan janin.

ÔÇ£Stres oksidatif dapat merusak plasenta, mengganggu aliran nutrisi dan oksigen dari ibu ke janin,ÔÇØ jelas Dr. Lamba.

Dampak klinis dari paparan ini meliputi risiko berat badan lahir rendah akibat fungsi plasenta yang tidak optimal serta potensi kelahiran prematur karena peradangan sistemik. Selain itu, polutan tertentu diketahui berkaitan erat dengan munculnya kelainan pada pembentukan organ vital janin saat trimester awal.

ÔÇ£Paparan polusi tertentu dikaitkan dengan meningkatnya kemungkinan cacat tabung saraf, bibir sumbing, dan kelainan jantung bawaan,ÔÇØ ujar Dr. Lamba.

Selain risiko bagi janin, ibu hamil juga rentan mengalami komplikasi medis seperti preeklamsia, asma, hingga tekanan pada sistem kardiovaskular. Sebagai langkah pencegahan, para ahli menyarankan penggunaan masker N95, pemantauan indeks kualitas udara, dan konsumsi makanan kaya antioksidan.

ÔÇ£Nutrisi yang baik membantu tubuh melawan efek stres oksidatif akibat polusi,ÔÇØ jelas Dr. Lamba.

Artikel terkait

Rekomendasi