Yansen Indiani, yang dikenal dengan nama panggung Cesen, berhasil menyelesaikan pendidikan S2 di bidang Magister Terapan Pariwisata pada Jumat (17/4/2026). Pencapaian istri komika Marshel Widianto tersebut diraih melalui perjuangan fisik dan mental yang cukup berat saat menjalani sidang kelulusan di Jakarta.
Kondisi kesehatan mantan personel JKT48 ini sempat menurun drastis akibat rasa tegang dan kelelahan selama proses penilaian akademik tersebut. Dilansir dari Detik Hot, Cesen mengungkapkan bahwa dirinya harus mempresentasikan proyek besar sebagai syarat kelulusan magisternya.
"Kemarin itu aku sidang S2 bawa project, bukan tesis. Benar-benar lemas banget, gemeteran, mau pingsan, sampai lambung perih karena seharian gak makan," ungkap Cesen saat ditemui di kawasan Studio Trans TV, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Jumat (17/4/2026).
Rasa antusias dan adrenalin yang tinggi membuat ibu dua anak ini mengabaikan kebutuhan nutrisinya sejak pagi hari. Jadwal sidang yang mundur beberapa jam menambah beban fisik yang dirasakan oleh Cesen sebelum berhadapan dengan tim penguji.
"Datang dari jam 1 siang, baru dipanggil jam setengah 5 sore. Selesai jam 5, jadi memang dari pagi perut kosong. Deg-degannya luar biasa karena dengar cerita teman-teman yang katanya dicecar dosen," imbuhnya lagi.
Perjalanan akademis Cesen tidak hanya terkendala saat sidang, tetapi juga sempat terganggu oleh masalah kesehatan keluarga. Penjadwalan seminar proposal miliknya bertepatan dengan momen ketika ia dan suaminya harus menjalani perawatan medis di rumah sakit secara bergantian.
"Habis aku sakit, terus Marshel operasi, gak lama jadwal sempro keluar. Benar-benar dor-doran banget. Aku bimbingan terbatas karena banyak yang diurus, tapi puji Tuhan semuanya beres tepat waktu," kenang Cesen haru.
Pendidikan tinggi ini merupakan wujud dari impian masa remaja Cesen yang sempat tertunda selama belasan tahun. Saat masih aktif sebagai anggota grup idola, ia tidak memiliki kesempatan untuk mendalami ilmu pariwisata karena jadwal pekerjaan yang sangat padat.
"Dulu mau masuk SMK Pariwisata gak bisa karena ada PKL, sedangkan di JKT sibuk banget. Akhirnya baru kesampaian sekarang di S2 ini," tuturnya.
Meskipun telah meraih gelar magister dan mendapatkan tawaran untuk mengajar sebagai dosen, Cesen memilih untuk tidak mengambil kesempatan tersebut dalam waktu dekat. Ia menyatakan lebih memiliki minat untuk berkontribusi secara praktis sebagai relawan di lapangan.
Keberhasilan ini turut memberikan dampak positif bagi sang suami, Marshel Widianto, yang mendampinginya selama proses pendidikan tersebut. Marshel menyatakan rasa bangganya atas kegigihan sang istri dalam mengejar target akademik meski di tengah kesibukan domestik.
"Jujur bangga sekaligus minder ya karena saya masih SMK, tapi ini jadi motivasi, tahun ini saya rencana mau kuliah juga," tutup Marshel sembari memuji kegigihan Cesen.