Pelatih Borneo FC Samarinda, Fabio Lefundes, memastikan anak asuhnya belum menyerah mengejar gelar juara Indonesia Super League 2025/2026 setelah gagal meraih kemenangan krusial di kandang Persijap Jepara pada pekan ke-33. Dalam laga yang berlangsung di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, Minggu (17/5) lalu, tim berjuluk Pesut Etam tersebut ditahan imbang tanpa gol 0-0 oleh tuan rumah, seperti dilansir dari Media Indonesia.
Hasil imbang tanpa gol melawan Laskar Kalinyamat membuat langkah Borneo FC semakin berat dalam perburuan takhta juara musim ini karena mereka wajib mengamankan tiga poin demi menjaga momentum. Dengan menyisakan satu pertandingan pamungkas, situasi ini menempatkan Persib Bandung di atas angin karena hanya membutuhkan minimal hasil imbang pada laga terakhir untuk mengunci trofi.
Kegagalan memetik poin penuh diakibatkan oleh masalah penyelesaian akhir yang buruk, meskipun skuad Pesut Etam sudah berjuang keras di lapangan. Fabio Lefundes menjelaskan bahwa tim lawan sempat menyulitkan anak asuhnya pada paruh pertama pertandingan sebelum akhirnya strategi diubah.
"Persijap memainkan organisasi permainan yang sangat menarik dan menyulitkan pada babak pertama. Namun, memasuki paruh kedua kami berhasil melakukan beberapa penyesuaian strategi yang diperlukan sehingga performa permainan kami jauh membaik," ujar Fabio Lefundes, Pelatih Kepala Borneo FC.
Jalannya laga bertensi tinggi itu menyajikan jual beli serangan yang berimbang di antara kedua tim. Borneo FC sempat mencoba menerapkan skema yang lebih agresif demi memburu gol kemenangan pada menit-menit akhir babak kedua, namun pertahanan lawan tetap kokoh.
"Kami memiliki beberapa peluang emas di depan gawang, begitu juga dengan tim mereka. Pertandingan berjalan sangat ketat, dan di menit-menit akhir babak kedua kami bahkan mencoba menerapkan skema situasi yang sedikit lebih agresif serta berani demi memburu gol kemenangan. Namun sayang sekali, kami tetap tidak berhasil memecah kebuntuan untuk mencetak gol," kata Fabio Lefundes, Pelatih Kepala Borneo FC.
Meskipun langkah timnya kini bergantung pada hasil pertandingan tim lain, sang pelatih menegaskan bahwa Borneo FC sama sekali belum mengibarkan bendera putih. Menurutnya, tidak ada hal yang benar-benar mustahil di dalam ekosistem sepak bola modern sebelum kompetisi resmi berakhir.
"Sekranag situasinya di papan atas memang diakui menjadi sedikit lebih sulit bagi kami. Tetapi, peluang tersebut belum sepenuhnya mustahil terwujud, karena perjuangan panjang sepanjang musim ini belum benar-benar berakhir," ucap Fabio Lefundes, Pelatih Kepala Borneo FC.
Persijap Jepara dijadwalkan menjadi lawan terakhir yang akan dihadapi oleh Persib Bandung pada pekan ke-34 mendatang. Fabio Lefundes secara terbuka berharap agar Persijap bisa mempertahankan performa apik mereka untuk menyulitkan armada Maung Bandung.
"Bagaimanapun juga, posisi kami saat ini memang membutuhkan momentum di mana Persib Bandung terpeleset," kata Fabio Lefundes, Pelatih Kepala Borneo FC.
Skenario tunggal bagi Borneo FC untuk merengkuh trofi juara adalah meraih kemenangan mutlak atas Malut United di Stadion Segiri, Samarinda, sambil berharap Persib menelan kekalahan dari Persijap. Persib akan menjamu Persijap di Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada Sabtu (23/5).
"Untuk saat ini kami juga berharap penuh agar Persijap Jepara bisa memainkan pertandingan yang luar biasa bagusnya seperti saat mereka menggagalkan kami, ketika mereka menghadapi Persib nanti," pungkas Fabio Lefundes, Pelatih Kepala Borneo FC.
Jika Persib Bandung berhasil meraih hasil imbang, mereka akan mengunci gelar juara dengan koleksi 79 poin karena unggul head-to-head dari Borneo FC. Sementara jika Borneo FC menang dan Persib kalah, Pesut Etam akan finis di puncak klasemen dengan 79 poin, unggul satu angka dari Persib yang tertahan dengan 78 poin.