Borneo FC berhasil merebut posisi puncak klasemen sementara Super League 2025-2026 dari tangan Persib Bandung. Keberhasilan ini diraih setelah tim berjuluk Pesut Etam tersebut memetik kemenangan tipis saat bertandang ke markas Persik Kediri.
Seperti dilansir dari Bola, Borneo FC mengamankan poin penuh dalam laga pekan ke-30 yang berlangsung di Stadion Brawijaya, Kediri, pada Rabu, 29 April 2026. Pertandingan tersebut berakhir dengan skor 1-0 untuk keunggulan tim tamu.
Gol tunggal yang menjadi pembeda dalam duel sengit ini dicetak oleh Koldo Obieta pada menit ke-55. Torehan gol tersebut sudah cukup bagi Borneo FC untuk membawa pulang tiga poin krusial sekaligus naik ke peringkat pertama.
Saat ini Borneo FC mengantongi total 69 poin dari 30 laga yang telah mereka jalani. Perolehan tersebut melampaui Persib Bandung yang menempati posisi kedua dengan koleksi 66 angka.
Kendati demikian, posisi Borneo FC di puncak klasemen masih terancam karena Persib Bandung baru memainkan 29 pertandingan. Maung Bandung berpeluang kembali ke posisi teratas jika berhasil mengalahkan Bhayangkara FC pada Kamis, 30 April 2026.
Meskipun posisi ini bersifat sementara, pencapaian tersebut menjadi momen emosional bagi skuad asuhan Fabio Lefundes. Pasalnya, Borneo FC sudah cukup lama merindukan status sebagai pemimpin klasemen musim ini.
Penantian Panjang Pesut Etam
Pesut Etam diketahui terakhir kali merasakan posisi pertama pada pekan ke-16. Artinya, butuh waktu sekitar 14 pekan bagi tim asal Samarinda ini untuk kembali merasakan dinginnya puncak persaingan liga.
Persaingan menuju gelar juara diprediksi akan terus memanas hingga pekan terakhir kompetisi. Dengan sisa 4 pertandingan bagi Borneo FC, persaingan sengit melawan Persib Bandung diyakini akan terus berlangsung untuk menentukan pemilik gelar juara musim ini.
Selain ancaman dari Persib, Persija Jakarta juga masih membayangi di peringkat ketiga. Macan Kemayoran saat ini mengoleksi 62 poin dari 30 pertandingan, terpaut 7 poin dari Borneo FC di puncak klasemen.
Secara matematis, Persija masih memiliki peluang untuk memangkas selisih poin. Hal ini membuat perebutan gelar juara Super League 2025-2026 tetap terbuka bagi tiga tim teratas di sisa kompetisi yang ada.