Manajemen Borneo FC Samarinda menjadwalkan peluncuran akademi sepak bola putri pertama mereka pada pertengahan Mei mendatang. Langkah bersejarah ini dipicu oleh tingginya antusiasme peserta dalam turnamen usia dini yang baru saja digelar di Kalimantan Timur.
Dikutip dari Suara, keputusan strategis tersebut diambil menyusul kesuksesan MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Samarinda Seri 2 2025-2026. Turnamen ini membuktikan adanya potensi besar dalam ekosistem sepak bola putri di wilayah tersebut.
Ajang yang diinisiasi oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife dan Bayan Peduli ini melibatkan 642 siswi dari 44 sekolah dasar. Para peserta terbagi dalam 62 tim yang berkompetisi pada kategori usia KU 10 dan KU 12.
Head Coach MLSC, Jacksen Ferreira Tiago, mengungkapkan bahwa minimnya sekolah sepak bola khusus putri di Samarinda menjadi tantangan tersendiri. Baginya, momentum MLSC sangat krusial bagi masa depan atlet muda di daerah tersebut.
"Di daerah seperti Samarinda, kegiatan untuk anak-anak dan remaja masih sangat minim. Jadi ketika MLSC hadir di sini, ini menjadi kesempatan besar dan membawa angin segar bagi masa depan putri-putri kita," ujar Jacksen.
Mantan pelatih Timnas Indonesia tersebut telah berkoordinasi dengan pemilik serta pengurus klub untuk segera membuka kelas khusus perempuan. Fokus pembinaan yang sebelumnya hanya pada sektor putra kini resmi diperluas.
"Di Borneo FC Academy selama ini memang belum ada kelas khusus putri karena fokus kami masih di laki-laki. Tapi setelah saya terlibat dalam proyek MLSC, saya bicara dengan owner dan pengurus, dan kami akan membuka kelas untuk putri. Rencananya launching pada 17 Mei," kata Jacksen.
Jacksen telah memilih 25 pemain berbakat dari turnamen tersebut untuk masuk ke dalam program MilkLife Soccer Extra Training. Program intensif ini direncanakan berlangsung minimal tiga kali dalam sepekan guna mengejar ketertinggalan kualitas dari kota-kota lain.
"Kita harus selektif, tetapi juga memberi ruang seluas-luasnya kepada anak-anak untuk beradaptasi. Kalau di daerah lain extra training mungkin cukup sekali seminggu, tapi di Samarinda mau tidak mau harus minimal tiga kali karena kita benar-benar mulai dari nol. Pasti untuk saat ini kita masih tertinggal dibanding kota lain, tetapi kita harus kejar semaksimal mungkin dan kerja lebih keras," kata Jacksen.
Dukungan Pengembangan Bakat Lokal
Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono, menilai kemauan belajar para siswi di Samarinda merupakan modal jangka panjang yang sangat berharga. Semangat bertanding para peserta menjadi sinyal positif bagi perluasan pembinaan ke luar Pulau Jawa.
"Antusiasme siswi di Samarinda luar biasa, apalagi ini menjadi kali pertama MLSC digelar di sini. Kami melihat semangat bertanding, keberanian, dan kemauan belajar yang sangat tinggi. Ini menjadi modal penting untuk pembinaan jangka panjang sepak bola putri di Kalimantan Timur," ujar Teddy.
Para talenta terbaik dari hasil seleksi di Samarinda nantinya akan dikirim untuk berlaga dalam ajang MilkLife Soccer Challenge All-Stars. Kompetisi tersebut dijadwalkan berlangsung di Kudus, Jawa Tengah, pada 24 hingga 28 Juni 2026.
Direktur PT Bayan Resources Tbk, Merlin, memberikan apresiasi terhadap keberanian generasi muda yang berkompetisi. Pihaknya berkomitmen untuk terus mendukung terciptanya wadah inklusif bagi pengembangan bakat lokal di Indonesia.
"Kami bangga melihat para siswi bertanding dengan penuh semangat. Ini bukan hanya soal kompetisi, tetapi juga membangun karakter, disiplin, dan keberanian generasi muda. Bayan Group berkomitmen untuk terus Berkarya Nyata, Bangun Bangsa dengan menciptakan wadah inklusif bagi talenta lokal," ungkap Merlin.
Daftar Juara Perdana di Samarinda
Pada kategori KU 10, gelar juara berhasil diraih oleh SDN 008 Palaran. Mereka memastikan kemenangan tipis 1-0 atas SDN 009 Samarinda Seberang melalui gol tunggal dari tendangan bebas.
"Saya senang banget karena bisa mencetak gol dan membawa sekolah menjadi juara. Semoga MLSC ada lagi di Samarinda sehingga saya bisa terus semangat berlatih," ujar Girana Natasha, pencetak gol kemenangan tersebut.
Sementara itu, kategori KU 12 didominasi oleh SDN 002 Samarinda Kota yang mengalahkan SDN 018 Samarinda Ulu dengan skor 5-2. Adiba Sanas Primayuga tampil mencolok dengan mencetak tiga gol dalam pertandingan final tersebut.
"Saya bangga sekali bisa mencetak hattrick di final dan membawa sekolah kami juara. Saya akan terus berlatih dan berharap terpilih mewakili Samarinda di MilkLife Soccer Challenge All-Stars," kata Adiba.