Peluang juara kompetisi Super League musim 2025-2026 masih dijaga oleh Borneo FC menjelang pertandingan pamungkas pekan ke-34 melawan Malut United di Stadion Segiri Samarinda pada Sabtu (23/5/2026) sore pukul 16.00 WIB, sebagaimana dilansir dari Bola.
Klub berjuluk Pesut Etam tersebut saat ini berada dalam kondisi siap bertarung habis-habisan di kandang sendiri demi meraih poin penuh. Catatan performa sepanjang musim menunjukkan lini serang mereka yang produktif serta ketahanan mental dalam melewati berbagai laga krusial.
Pelatih kepala Borneo FC, Fabio Lefundes, menyatakan rasa syukur atas posisi timnya saat ini yang masih berada di jalur perebutan takhta juara. Arsitek strategi asal Brasil tersebut mengapresiasi kerja keras para pemain yang mampu mempertahankan momentum hingga akhir kompetisi.
ÔÇ£Pertandingan terakhir di musim ini, pertandingan terakhir di Samarinda, jadi kami mau kasih kado juga buat semua suporter yang akan hadir. Dan nanti kita lihat apa yang terjadi di pertandingan yang lainnya,ÔÇØ ujar Fabio Lefundes, Pelatih Borneo FC.
Mantan juru taktik Madura United dan Persita Tangerang itu menambahkan bahwa suasana positif di tempat latihan menjadi kunci kekuatan mental anak asuhnya. Kegembiraan para pemain saat menjalankan proses harian dinilai menjadi fondasi utama dalam menghadapi tekanan.
ÔÇ£Lihat latihannya kan? Lihat bagaimana mereka bahagia dalam sesi latihannya? Cuma mereka yang bisa tahu dalam kondisi apa kami kerja setiap hari di sini, tapi mereka tetap bahagia," kata Fabio Lefundes, Pelatih Borneo FC.
Lefundes mengakui ada kekecewaan setelah timnya ditahan imbang oleh Persijap Jepara pada laga sebelumnya. Kendati demikian, ia menegaskan tidak akan menyerah dan hanya memilih pemain yang siap berjuang sampai menit terakhir pertandingan.
"Mental mereka mulai dari mental pelatih. Kalau mental saya goyang, saya goyangin mereka, tapi mental saya tidak pernah goyang,ÔÇØ sambung Fabio Lefundes, Pelatih Borneo FC.
Filosofi perjuangan hidup manusia tanpa membawa apa-apa sejak lahir juga ditanamkan kepada skuad Pesut Etam. Lefundes menekankan pentingnya berjuang hingga peluit panjang berbunyi demi menjaga peluang yang ada.
ÔÇ£Saya selalu pilih pemain yang punya mentalitas kemenangan. Kalau saya lihat mereka sudah mau menyerah, saya tidak akan kerja lagi sama mereka. Kami masih ada maupun kecil, tapi masih ada 1%, kami tidak akan menyerah, kami tetap akan berjuang,ÔÇØ tutur Fabio Lefundes, Pelatih Borneo FC.
Kondisi tim yang terus termotivasi ini diharapkan mampu memberikan hasil maksimal bagi para pendukung setia di Samarinda. Skuad Borneo FC dipastikan tampil dengan kekuatan penuh demi menutup musim dengan catatan manis.
ÔÇ£Begitu saya lahir, saya lahir tanpa rambut, telanjang, enggak ada apa-apa. Saya enggak ada apa-apa, mungkin kalian juga."
ÔÇ£Lihat bagaimana sekarang, kami masih hidup, kami masih berjuang, kami masih ada peluang kecil tapi masih ada. Sampai peluit akhir kami akan berjuang. Itulah mentalitas Borneo yang ada sekarang, mentalitas kemenangan,ÔÇØ imbuh Fabio Lefundes, Pelatih Borneo FC.
Sementara itu, penyerang asing asal Argentina, Mariano Peralta, turut menegaskan komitmen seluruh elemen tim untuk menyelesaikan kompetisi dengan hasil terbaik. Pemain yang menyumbang gol saat membekap Persita Tangerang 2-0 pada awal Mei lalu itu menilai seluruh skuad telah bekerja sangat keras.
ÔÇ£Kami akan berjuang sampai habis, sampai selesai kompetisi,ÔÇØ kata Mariano Peralta, Pemain Borneo FC.
Peralta menyatakan bahwa posisi tim di papan atas pada akhir musim membuktikan kelayakan mereka untuk menjadi penantang gelar. Perjuangan maksimal di lapangan hijau menjadi harga mati bagi seluruh pemain dalam laga penutup tersebut.
ÔÇ£Tapi pasti nanti juga kami harus kasih maksimal karena menurut saya Borneo ini layak sekali, karena kalian sendiri lihat di akhir kompetisi kami masih ada peluang maupun kecil, dan kami tetap harus berjuang,ÔÇØ pungkas Mariano Peralta, Pemain Borneo FC.