Pelatih Persib Bandung Bojan Hodak menyatakan bahwa tuduhan rasialisme yang dilayangkan Bhayangkara FC terhadap kapten tim Marc Klok justru memicu motivasi internal skuad untuk semakin bersatu. Penegasan ini disampaikan Hodak dalam konferensi pers di Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Senin (4/5/2026), menjelang laga kontra PSIM Yogyakarta.
Klub berjuluk Maung Bandung tersebut menganggap isu non-teknis ini muncul di tengah upaya tim mempertahankan fokus pada persaingan gelar juara Super League 2025-2026. Sebagaimana dilansir dari Bola, Hodak menilai tudingan rasialisme terhadap Henry Doumbia merupakan tindakan yang memalukan bagi pihak lawan.
"Untuk tim ini fantastis, ini membantu kami lebih bersatu dalam tim, ini hanya hal memalukan untuk Bhayangkara FC," sebut Hodak.
Pelatih asal Kroasia itu turut menyindir hasil pertandingan sebelumnya di mana Persib berhasil membalikkan keadaan dengan kemenangan skor 4-2. Hodak mengklaim bahwa Bhayangkara FC sebenarnya berpotensi menderita kekalahan dengan skor yang jauh lebih telak jika melihat jalannya pertandingan.
"Mereka (Bhayangkara) bahagia karena kebobolan empat gol, mereka beruntung karena tidak kebobolan enam-tujuh gol," tutur Hodak.
Saat ini, Persib Bandung tengah bersiap melanjutkan perjuangan meraih gelar juara dalam empat laga sisa kompetisi. Fokus tim kini tertuju pada laga melawan PSIM Yogyakarta, sementara pesaing utama mereka, Borneo FC Samarinda, dijadwalkan menjamu Persita Tangerang.
"Hanya ada waktu empat hari di antara pertandingan. Atmosfer tim sangat baik berkat hasil dan performa kami di babak kedua pertandingan terakhir," kata Hodak.
Mengenai kekuatan calon lawan, Hodak memberikan analisis mendalam terhadap performa PSIM Yogyakarta yang dilatih oleh Jean-Paul van Gastel. Meskipun Laskar Mataram gagal mencatatkan kemenangan dalam tujuh pertandingan terakhir, Hodak mewaspadai organisasi permainan mereka yang dinilai sangat disiplin.
"Kami sekarang fokus menghadapi Jogja, tim yang terorganisir dengan baik dan sulit dikalahkan. Bahkan ketika kalah, mereka hanya selisih satu gol," analisis Hodak.
Kewaspadaan ini didasarkan pada catatan bahwa setiap kekalahan yang dialami PSIM selalu terjadi dengan margin tipis. Hodak menekankan kepada anak asuhnya agar tidak meremehkan daya juang tim lawan yang dikenal sebagai pekerja keras di lapangan.
"Tidak ada tim yang bisa meremehkan mereka karena mereka adalah tim yang bekerja sangat keras," sebutnya.
Persiapan intensif terus dilakukan demi mengamankan poin penuh di kandang sendiri. Hodak mengakui tantangan yang akan dihadapi tidaklah mudah namun tetap optimis pada performa Maung Bandung.
"Jadi, saya memprediksi pertandingan sulit, tetapi saya berharap di akhir laga kita bisa mendapatkan hasil positif," harap Hodak.