The Body Shop secara resmi meluncurkan kembali koleksi wewangian legendaris dari era 90-an, Dewberry, untuk memperingati hari jadi ke-50 di pasar Indonesia.
Langkah ini merupakan bagian dari perayaan emas merek kecantikan tersebut yang mengusung tema global Empowered by Nature pada tahun 2026 ini.
Dilansir dari Suara, aroma parfum ini dianggap memiliki kekuatan emosional yang mampu membangkitkan ingatan masa lalu serta menghubungkan pengalaman personal pelanggan dengan alam.
Merek yang didirikan oleh Anita Roddick pada 1976 ini tetap mempertahankan nilai sosial dan lingkungan sebagai pilar utama dalam menjalankan bisnisnya.
Kehadiran The Body Shop di Indonesia sendiri dimulai sejak 1992 melalui visi Hutomo Mugi Santoso dan Suzy Hutomo untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Melalui perayaan setengah abad ini, perusahaan mempertegas visi Beauty is a Force for Good yang memandang kecantikan sebagai kekuatan transformatif.
Konsep ini menekankan bahwa kecantikan tidak terbatas pada penampilan fisik, tetapi juga kontribusi nyata bagi pemulihan ekosistem dan pemberdayaan komunitas.
Head of Marketing & Digital The Body Shop Indonesia, Nimas Chrisensia, menyebutkan bahwa Dewberry memiliki makna yang sangat mendalam bagi para pelanggan setia.
"Dewberry bukan hanya produk, tetapi bagian dari memori banyak pelanggan kami sejak tahun 90-an. Kami ingin menghadirkan kembali kedekatan emosional tersebut, sekaligus membawa energi baru bagi generasi sekarang," ujar Nimas Chrisensia.
Tema Empowered by Nature memosisikan alam bukan sekadar sebagai penyedia bahan baku, melainkan mitra yang perlu dijaga dan dirayakan secara berkelanjutan.
Aksi Nyata Melalui Urban Biodiversity di Bandung
Implementasi dari komitmen lingkungan tersebut diwujudkan melalui inisiatif Urban Biodiversity yang berlokasi di Rumah Deret Tamansari (RDTS), Bandung.
Bekerja sama dengan Yayasan Tunas Nusa, program ini melibatkan masyarakat lokal serta generasi muda untuk menghijaukan kembali kawasan perkotaan yang padat.
Proyek tersebut mencakup penanaman lebih dari 50 varietas tanaman dan pohon, pembangunan kebun atap, taman vertikal, hingga pembuatan hutan pangan mikro.
Program ini dirancang sebagai solusi untuk menekan laju penurunan keanekaragaman hayati di area urban sekaligus membantu memperbaiki kualitas udara kota.
"Melalui semangat ÔÇÿEmpowered by NatureÔÇÖ, kami ingin memperkuat kembali identitas kami yang tidak hanya menghadirkan produk dari alam, tetapi juga mengembalikan manfaat bagi alam serta membangun koneksi yang lebih erat dengan komunitas," kata Nimas Chrisensia.