BLISSOO Bantah Keterlibatan Manajemen dalam Kasus Pelecehan Seksual Kim

BLISSOO Bantah Keterlibatan Manajemen dalam Kasus Pelecehan Seksual Kim
Foto: Ilustrasi BLISSOO Bantah Keterlibatan Manajemen dalam Kasus Pelecehan Seksual Kim.

Manajemen BLISSOO memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan keterlibatan salah satu personelnya dalam kasus pelecehan seksual yang menjerat seorang pria berinisial A pada Senin (20/4/2026). Perusahaan menegaskan bahwa tersangka yang disebut sebagai kerabat Jisoo BLACKPINK tersebut tidak memiliki hubungan personal maupun profesional dengan pihak agensi.

Klarifikasi ini muncul setelah beredarnya spekulasi di media sosial yang menyebutkan pria tersebut menjabat sebagai CEO atau posisi strategis di manajemen BLISSOO. Dilansir dari Detikcom, tudingan tersebut berdampak pada citra publik Jisoo yang selama ini dikenal memiliki reputasi positif di industri hiburan.

Kuasa hukum BLISSOO dari firma hukum Kim & Chang, Eun Hyun Ho, menyatakan bahwa kabar yang menghubungkan Kim dengan kliennya adalah informasi yang tidak akurat. Pihak agensi mengambil langkah tegas untuk meluruskan narasi yang berkembang di platform digital.

"Masalah yang sedang mencuat sama sekali tidak berhubungan dengan artis (Jisoo) dan BLISSOO. Informasi yang beredar di internet berisi spekulasi yang tidak terkonfirmasi dan fitnah," kata mereka dalam pernyataan yang dirilis Senin (20/4/2026).

Narasi hukum tersebut menjelaskan bahwa Jisoo telah menjalani kehidupan yang mandiri sejak masa pelatihan dan tidak selalu mengetahui dinamika personal keluarganya. Penjelasan ini bertujuan untuk memisahkan tanggung jawab hukum tersangka dari kehidupan pribadi sang artis.

Di sisi lain, publik menyoroti perubahan informasi pada daftar kru (credit title) dalam proyek akting Jisoo. Berdasarkan laporan Korea JoongAng Daily pada Kamis (23/4/2026), terdapat nama bermarga Kim yang sebelumnya tercatat sebagai kepala manajemen dalam drama Boyfriend on Demand di Netflix dan Newtopia di Prime Video.

Data tersebut diketahui telah dihapus segera setelah kasus pelecehan seksual ini mencuat ke publik. Menanggapi temuan netizen tersebut, tim produksi drama memberikan pembelaan bahwa perubahan nama pada daftar kredit tersebut murni karena alasan teknis.

"Gak lama setelah dirilis pada awal Maret, kami memastikan bahwa ada kesalahan dalam kredit manajemen aktor karena kekeliruan dari perusahaan produksi. Masalah tersebut segera diperbaiki," kata mereka kepada media.

Kronologi kasus bermula pada 16 April saat kepolisian mengamankan pria berinisial A atas dugaan pelecehan terhadap seorang broadcast jockey. Situasi hukum Kim semakin rumit setelah muncul pernyataan dari seorang perempuan berinisial Y yang mengaku sebagai istrinya dan mengklaim telah menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Artikel terkait

Rekomendasi