Bhavitha Mandava Kenakan Busana Chanel Unik di Met Gala 2026

Bhavitha Mandava Kenakan Busana Chanel Unik di Met Gala 2026
Foto: Ilustrasi Bhavitha Mandava Kenakan Busana Chanel Unik di Met Gala 2026.

Model Bhavitha Mandava memicu perbincangan publik saat menghadiri Met Gala 2026 pada Selasa (5/5/2026) dengan mengenakan busana khusus dari Chanel yang terlihat sederhana namun memiliki detail teknis tinggi. Penampilan tersebut menjadi sorotan karena kontras dengan gaun-gaun dramatis yang biasanya mendominasi karpet merah acara tersebut.

Busana yang dikenakan Mandava terdiri dari tank top putih, atasan tipis beritsleting, dan celana yang sekilas menyerupai jeans denim biru. Dilansir dari Lifestyle, busana ini dirancang khusus oleh rumah mode Chanel dengan mengambil inspirasi dari titik balik penting dalam perjalanan karier sang model.

Meskipun terlihat seperti denim kasual, celana tersebut sebenarnya dibuat menggunakan material mewah. Melansir Marie Claire pada Rabu (6/5/2026), bawahan tersebut berbahan silk muslin yang diproses dengan cetakan khusus untuk menciptakan efek visual serupa celana jeans, meskipun secara teknis bukan merupakan kain denim.

Teknik pengerjaan mode kelas tinggi ini dikonfirmasi oleh laporan The Cut yang menyatakan bahwa tampilan tersebut tetap mengedepankan keahlian couture. Konsep busana ini merujuk pada momen saat Mandava membuka peragaan Chanel M├®tiers dÔÇÖArt 2026 di peron subway New York, di mana ia mencatat sejarah sebagai model India pertama yang membuka peragaan label tersebut.

Kisah personal ini menjadi alasan utama pemilihan tema pakaian yang menyerupai gaya busana saat ia ditemukan oleh agen model di Brooklyn. Mandava memberikan penjelasan mengenai keterikatan emosionalnya terhadap desain yang dibuat oleh tim Chanel untuk acara prestisius ini.

"Saya sempat berhenti ketika melihat sketsanya, karena pertunjukan di subway itu sudah menjadi salah satu malam paling penting dalam karier saya," kata Mandava kepada British Vogue.

Penempatan elemen subway tersebut sengaja dibawa kembali untuk menghormati sejarah awal kariernya sebagai mahasiswa pascasarjana di NYU. Mandava menilai bahwa reinterpretasi momen tersebut sangat cocok untuk merayakan debutnya di panggung internasional yang lebih besar.

"Menjadikannya sesuatu yang dibayangkan ulang untuk Met terasa seperti membawa memori itu ke depan, tetapi dengan cara yang lebih tinggi dan tetap menghormati semangat aslinya serta tema malam itu," ujar Mandava.

Kehadiran Mandava dengan gaya minimalis ini menimbulkan reaksi beragam dari pengamat mode dan netizen. Sebagian pihak memuji orisinalitas dan narasi di balik pakaian tersebut, sementara pihak lain menganggapnya terlalu kasual untuk standar kemegahan Met Gala yang identik dengan aksesori mencolok dan desain couture yang rumit.

Di tengah berbagai tanggapan tersebut, Mandava menegaskan komitmennya untuk tetap fokus pada pengalaman pribadinya dan dampak representasi yang ia bawa sebagai model keturunan India di industri mode global.

"Saya mencoba mengingatkan diri sendiri untuk benar-benar berada di sana ketika saya berada di sana, bukan hanya memikirkannya di kepala," kata Mandava.

Ia berharap penampilannya dapat memberikan inspirasi bagi generasi muda dari latar belakang serupa untuk berani bermimpi besar. Mandava merefleksikan posisinya sekarang sebagai bentuk kemajuan bagi perempuan kulit cokelat di dunia internasional.

"Saya memikirkan perempuan kulit cokelat yang mungkin melihatnya dan merasa, meski hanya sedikit, bahwa ada sesuatu yang bergeser dalam apa yang mereka yakini mungkin bagi mereka," ujar Mandava.

Kesadaran akan identitas diri menjadi landasan utama Mandava dalam memilih busana yang mencerminkan kejujuran karakternya. Baginya, pakaian tersebut adalah rangkuman perjalanan hidup dari stasiun kereta hingga karpet merah.

"Saya tahu perasaan itu, karena saya juga pernah menjadi gadis itu, meski saat itu saya belum sepenuhnya menyadarinya," kata Mandava.

Mandava menutup penjelasannya dengan menyatakan bahwa kepuasan pribadinya terletak pada keberhasilannya tampil autentik. Ia memprioritaskan kejujuran diri di atas ekspektasi publik terhadap kemewahan busana semata.

"Saya hanya ingin hadir sebagai diri saya sendiri, dengan jujur dan sepenuhnya, dan jika itu bisa berarti sesuatu bagi orang lain, maka itu terasa cukup," ujar Mandava.

Artikel terkait

Rekomendasi