Barlina Lina, seorang pekerja migran Indonesia berusia 57 tahun di Hong Kong, menjadi sorotan publik setelah video aktivitas fisiknya yang menunjukkan kelenturan dan kekuatan tubuh viral di media sosial. Perempuan asal Purwokerto, Jawa Tengah ini rutin membagikan konten edukasi olahraga bagi kelompok lanjut usia.
Aktivitas yang dibagikan Barlina meliputi gerakan peregangan, latihan fleksibilitas, hingga teknik bergelantungan atau dead hang yang mengandalkan kekuatan bahu serta tangan. Sebagaimana dilansir dari Lifestyle, ia aktif mengunggah kegiatannya tersebut melalui platform YouTube, Facebook Pro, dan Instagram.
"Kadang saya live stretching juga supaya orang-orang yang sudah umur tetap olahraga walaupun ringan-ringan," kata Barlina kepada Kompas.com melalui video call, Sabtu (9/5/2026).
Meskipun sudah menyukai olahraga sejak kecil, keterbatasan ekonomi sempat menghalangi Barlina untuk mendalaminya saat muda. Ia baru mulai serius menjalani aktivitas fisik pada usia 49 tahun saat sudah bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) di Hong Kong.
"Daripada diam saja waktu libur, saya ikut gerakan orang-orang olahraga di taman Hong Kong," katanya.
Sejak saat itu, ia terus berlatih secara otodidak mulai dari gerakan sederhana hingga menguasai yoga, hanging exercise, dan wall sit. Pada usia 53 tahun, Barlina mulai mendalami yoga secara formal dan mengambil sertifikasi kepelatihan dua tahun kemudian.
"Waktu itu sekitar 28.000 dollar Hong Kong," katanya.
Demi mendalami pemahaman tentang anatomi otot dan tulang, ia juga mengikuti kelas privat pusat kebugaran luar ruangan bersama pelatih pribadi. Program latihan intensif tersebut dilakukan selama 12 jam setiap minggunya pada usia 57 tahun.
"Saya ingin lebih memahami olahraga untuk tulang dan otot," ujarnya.
Kini, olahraga telah menjadi kebutuhan primer bagi Barlina yang tetap menyempatkan diri berlatih di sela kesibukan mengurus rumah tangga. Selain latihan fisik, ia mendukung kesehatannya dengan konsumsi makanan rumahan dan jus sayuran.
"Kalau sehari enggak stretching atau olahraga rasanya ada yang kurang," katanya.
Dalam setiap kontennya, Barlina menekankan pentingnya prosedur pemanasan sebelum memulai latihan inti untuk menghindari cedera, terutama bagi pemula. Ia menyarankan untuk memulai dari gerakan ringan pada bagian leher dan pundak.
"Jangan langsung ikut gerakan yang susah. Harus pemanasan dulu," ujarnya.
Barlina menegaskan bahwa fokus utamanya membagikan konten tersebut adalah untuk memotivasi masyarakat luas agar tetap bergerak aktif tanpa memandang faktor usia.
"Badan boleh menua, tapi pikiran tetap muda," katanya.