Barlina Lina: Kisah ART 57 Tahun di Hong Kong yang Viral Berkat Yoga

Barlina Lina: Kisah ART 57 Tahun di Hong Kong yang Viral Berkat Yoga
Foto: Ilustrasi Barlina Lina: Kisah ART 57 Tahun di Hong Kong yang Viral Berkat Yoga.

Di sela kesibukannya bekerja sebagai ART di Hong Kong, Barlina Lina tetap menyempatkan diri untuk berolahraga hampir setiap hari. Perempuan asal Purwokerto, Jawa Tengah itu bahkan kerap melakukan stretching hingga latihan dead hang di taman umum maupun sudut rumah tempatnya bekerja. Bagi sebagian orang, kemampuan fisik Barlina mungkin terlihat biasa. Namun, banyak warganet terkejut setelah mengetahui usianya sudah 57 tahun. Video-video olahraga yang ia unggah di media sosial pun viral dan ditonton ratusan ribu kali. Lewat akun media sosialnya, Barlina rutin membagikan aktivitas stretching, yoga, hingga latihan kekuatan tubuh bagian atas. Ia juga beberapa kali melakukan siaran langsung untuk mengajak pengikutnya tetap aktif bergerak meski usia tak lagi muda.

"Kadang saya live stretching supaya orang-orang yang sudah umur tetap olahraga juga" ujar Barlina, ART.

Sebelum dikenal sebagai konten kreator olahraga, Barlina menjalani keseharian sebagai pekerja migran Indonesia di Hong Kong sejak 2010. Ia mengaku baru serius berolahraga saat usianya 49 tahun. Kala itu, ia hanya mencoba mengikuti gerakan orang-orang yang rutin berolahraga di taman saat hari libur.

"Daripada diam saja waktu libur, saya ikut gerakan orang-orang olahraga di taman Hong Kong" ujar Barlina, ART.

Dari kebiasaan sederhana itu, Barlina mulai menyukai olahraga dan melatih tubuhnya secara perlahan. Ia belajar secara otodidak melalui pengamatan dan latihan rutin. Mulai dari stretching ringan, latihan pundak, hingga hanging exercise, tubuhnya perlahan menjadi lebih lentur dan kuat. Kini, salah satu gerakan yang paling sering mencuri perhatian warganet adalah dead hang atau gerakan bergelantungan menggunakan kekuatan tangan dan bahu.

Dari Taman Menuju Sertifikasi Profesional

Ketertarikan Barlina pada olahraga membuatnya ingin belajar lebih jauh. Pada usia 53 tahun, ia mulai mengenal yoga. Dua tahun kemudian, tepat saat berusia 55 tahun, ia mengambil sertifikasi yoga teacher training di Hong Kong. Menurut Barlina, biaya pelatihan tersebut cukup besar untuk dirinya. Ia bahkan sempat meminjam uang kepada majikannya agar bisa mengikuti kursus tersebut.

"Waktu itu sekitar 28.000 dollar Hong Kong" ujar Barlina, ART.

Pelatihan yoga dijalani setiap hari Minggu di sela pekerjaannya sebagai ART. Meski lelah bekerja, ia tetap berusaha datang latihan karena merasa olahraga membuat tubuhnya lebih sehat dan pikirannya lebih tenang. Tak berhenti sampai di situ, baru-baru ini Barlina juga mengikuti kelas privat gym outdoor bersama personal trainer untuk memahami latihan otot dan tulang lebih dalam. Ia menjalani latihan selama 12 jam dengan pendampingan trainer setiap minggu.

"Saya ingin lebih memahami olahraga untuk tulang dan otot" ujar Barlina, ART.

Misi Menginspirasi di Usia Senja

Selain olahraga, Barlina juga menjaga pola hidup sehat lewat makanan rumahan dan jus sayur yang rutin ia konsumsi. Meski kini dikenal luas di media sosial, ia mengaku tujuan utamanya bukan sekadar membuat konten viral. Barlina ingin orang-orang seusianya tetap percaya diri untuk bergerak dan mencoba hidup sehat.

"Tidak ada kata terlambat untuk mulai olahraga" ujar Barlina, ART.

Menurutnya, menua bukan berarti berhenti aktif. Ia percaya tubuh tetap bisa kuat jika terus dilatih secara perlahan dan konsisten. Semangat ini terus ia bagikan kepada rekan-rekan sesama pekerja migran dan pengikutnya di dunia maya sebagai bukti bahwa batasan usia hanyalah angka dalam hal kebugaran fisik.

"Badan boleh menua, tapi pikiran tetap muda" ujar Barlina, ART.

Artikel terkait

Rekomendasi