Barcelona Kunci Gelar Juara LaLiga 2025 2026 di Camp Nou

Barcelona Kunci Gelar Juara LaLiga 2025 2026 di Camp Nou
Foto: Ilustrasi Barcelona Kunci Gelar Juara LaLiga 2025 2026 di Camp Nou.

Barcelona resmi mengamankan gelar juara LaLiga musim 2025/2026 setelah memenangkan laga krusial dalam tajuk El Clasico. Pertandingan penentu tersebut berlangsung di Spotify Camp Nou pada Senin (11/5/2026).

Keberhasilan Blaugrana mengunci kompetisi dari tangan Real Madrid merupakan buah dari konsistensi tim di bawah arahan Hansi Flick. Seperti dilansir dari Bola, Barcelona tampil dominan sejak awal musim kompetisi dimulai.

Sebaliknya, Real Madrid justru berada dalam kondisi carut marut. Kekalahan 2-0 di laga El Clasico ini memaksa Los Blancos melihat rival abadi mereka mengangkat piala untuk kedua kalinya di musim ini.

Sebelumnya, tim asal ibu kota Spanyol tersebut juga menderita kekalahan di final Piala Super Spanyol beberapa bulan lalu. Hasil ini membuat Real Madrid harus merasakan puasa gelar untuk kedua kalinya dalam dua musim beruntun.

Real Madrid sebenarnya mengawali musim dengan cukup menjanjikan di bawah kendali pelatih baru, Xabi Alonso. Mantan juru taktik Bayer Leverkusen itu sempat membawa Madrid unggul hampir 10 poin di puncak klasemen.

Namun, posisi Xabi mulai goyah setelah menjabat selama tujuh bulan akibat perselisihan di ruang ganti dengan pemain bintang, Vinicius Junior. Tekanan dari manajemen dan publik semakin meningkat pasca kegagalan di final Piala Super Spanyol.

Pada Januari 2026, Xabi secara resmi meninggalkan kursi kepelatihan di Bernabeu. Meskipun pihak klub menyatakan hal tersebut adalah pengunduran diri, banyak pihak berasumsi Presiden Florentino Perez telah memberhentikannya.

Manajemen kemudian menunjuk Alvaro Arbeloa dari tim Castilla sebagai pelatih interim. Sayangnya, kehadiran Arbeloa tidak memberikan dampak positif dan justru membuat performa tim merosot hingga tersalip oleh Barcelona.

Masalah Internal dan Performa Buruk di Kompetisi Eropa

Di bawah kepemimpinan Arbeloa, kampanye Real Madrid di Liga Champions juga berakhir mengecewakan. Mereka sempat terseok-seok dan harus melalui babak play-off sebelum akhirnya menyingkirkan Benfica yang dilatih Jose Mourinho.

Langkah Madrid di kompetisi elit Eropa tersebut terhenti di babak perempat final. Mereka dipastikan tersingkir setelah kalah agregat 5-2 dari raksasa Jerman, Bayern Munich.

Krisis tim diperparah dengan badai cedera serta suasana ruang ganti yang memanas. Media lokal Spanyol melaporkan adanya ketidakhormatan dari sejumlah pemain terhadap otoritas Arbeloa sebagai pelatih.

Sorotan tajam juga mengarah pada Kylian Mbappe yang dianggap sebagai penyebab utama kegagalan tim. Muncul petisi online yang telah ditandatangani lebih dari 40 juta orang yang menuntut sang pemain untuk meninggalkan Madrid.

Konflik Antarpemain yang Bocor ke Publik

Kehancuran internal Madrid kian terlihat saat pertikaian antar pemain bocor ke khalayak luas. Insiden melibatkan Antonio Rudiger dengan Alvaro Carreras, serta perselisihan antara Federico Valverde dengan Aurelien Tchouameni.

Menanggapi situasi ini, manajemen klub menjatuhkan sanksi bagi para pemain yang terlibat. Pihak klub juga sedang memburu pelaku yang membocorkan masalah internal tersebut ke media.

Usai laga El Clasico berakhir, Alvaro Arbeloa menyampaikan permohonan maaf kepada para suporter. Ia mengakui bahwa musim 2025/2026 merupakan periode yang sangat buruk bagi klub pemilik trofi Liga Champions terbanyak itu.

"Kami tidak bisa banyak bicara karena kami memahami rasa frustrasi, kekecewaan, dan ketidakpuasan yang pasti mereka rasakan tentang musim ini. Satu-satunya yang bisa kami lakukan adalah bekerja, menatap masa depan, dan belajar dari semua kesalahan yang telah kami lakukan tahun ini," ujar Arbeloa.

Meski menghadapi situasi sulit, pelatih interim tersebut tetap menaruh harapan besar pada proses kebangkitan tim di masa mendatang.

"Kami tahu bahwa Real Madrid selalu bangkit kembali," katanya.

"Kami adalah tim yang telah jatuh berkali-kali dan bangkit berkali-kali, tetapi saat ini saya memahami kemarahan yang mungkin dirasakan oleh setiap penggemar madridista, seperti yang kami rasakan sendiri. Itu adalah sesuatu yang sangat jelas, dan kami harus bekerja untuk membalikkan situasi yang kami alami saat ini," lanjut Arbeloa.

Artikel terkait

Rekomendasi