Gunakan Kuteks Terus-Menerus Picu Kerusakan dan Infeksi Jamur Kuku

Gunakan Kuteks Terus-Menerus Picu Kerusakan dan Infeksi Jamur Kuku
Foto: Ilustrasi Gunakan Kuteks Terus-Menerus Picu Kerusakan dan Infeksi Jamur Kuku.

Pewarna kuku atau kuteks sering kali diandalkan untuk menunjang penampilan agar terlihat lebih modis, bergaya, dan penuh warna. Pemakaian kosmetik ini juga dinilai mampu memberikan kesan ceria bagi penggunanya.

Namun, penggunaan cat kuku secara terus-menerus sangat tidak disarankan karena dapat membuat kuku kehilangan waktu untuk bernapas. Dilansir dari Popbela, kebiasaan tanpa jeda ini berisiko memicu kerusakan pada struktur kuku.

Bahan kimia yang terkandung di dalam kuteks serta cairan pembersihnya dapat menyerap kelembapan alami yang dimiliki kuku. Akibatnya, kondisi kuku akan menjadi lebih rentan mengalami kerusakan serta menjadi rapuh.

Untuk mencegah hal tersebut, pemakaian kosmetik ini sebaiknya diberikan jeda waktu. Pemilik kuku disarankan mengistirahatkan kuku selama satu hingga dua minggu setelah dibersihkan sebelum mengaplikasikan cat kuku yang baru.

2. Kuku Menjadi Tipis dan Sensitif

Lapisan alami kuku dapat terkikis sedikit demi sedikit akibat pemakaian cat kuku yang tiada henti. Risiko ini semakin meningkat apabila seseorang sering menggunakan kuteks jenis gel.

Selain itu, penggunaan cairan penghapus berbahan keras seperti aseton yang terlalu sering juga memperparah kondisi ini. Dampaknya, kuku menjadi lebih lemah, mudah patah, hingga memunculkan rasa perih saat mendapatkan tekanan ringan.

3. Kuku Mengalami Perubahan Warna

Efek samping lain dari penggunaan yang berlebihan adalah terjadinya perubahan warna pada permukaan kuku. Kuku dapat menunjukkan bercak putih atau berubah warna menjadi kekuningan.

Kondisi ini dipicu oleh pigmen serta zat kimia dari produk yang menempel dalam jangka waktu lama. Kurangnya pasokan oksigen alami dan kelembapan pada permukaan kuku mempercepat perubahan warna tersebut.

4. Infeksi Jamur

Permukaan kuku yang selalu tertutup rapat oleh lapisan cat akan menjadi lebih lembap dan kekurangan sirkulasi udara. Situasi ini menciptakan lingkungan yang sangat ideal bagi pertumbuhan jamur.

Risiko infeksi jamur kuku ini akan semakin tinggi jika kebersihan kuku tidak terjaga dengan baik. Membiarkan kuteks yang sudah mulai mengelupas terlalu lama pada kuku juga dapat memicu masalah serupa.

Guna menghindari berbagai dampak buruk tersebut, niat untuk memakai pewarna kuku tanpa henti sebaiknya diurungkan. Kesehatan kuku tetap dapat dijaga dengan memberikan jeda istirahat selama satu sampai dua minggu, memilih produk yang berkualitas, serta rutin melakukan perawatan.

Artikel terkait

Rekomendasi