Gangguan tidur atau insomnia ternyata bukan hanya masalah modern, melainkan sudah dialami sejak zaman Rasulullah SAW. Dikutip dari Cahaya, sahabat Zaid bin Tsabit pernah mengeluhkan kondisi sulit tidur ini langsung kepada Nabi Muhammad SAW.
Kisah mengenai keluhan tersebut abadi dalam kitab Al-Adzkar karangan Imam an-Nawawi, yang merangkum berbagai kumpulan doa serta dzikir. Melalui riwayat ini, Rasulullah SAW memberikan tuntunan berupa doa khusus guna meredakan kegelisahan saat terjaga di malam hari.
Berikut adalah lafal doa untuk mengatasi insomnia yang diajarkan oleh Rasulullah SAW:
Ϻ┘ä┘ä┘æ┘Ä┘ç┘Å┘à┘æ┘Ä Ï║ϺÏ▒┘ÄϬ┘É Ïº┘ä┘å┘æ┘Åϼ┘ê┘à┘ÅÏî ┘ê┘ç┘ÄÏ»Ïú┘ÄϬ┘É Ïº┘äÏ╣┘Å┘è┘ê┘å┘Å Tanggal pun, ┘êÏú┘åϬ Ï¡┘Ä┘è┘æ┘î ┘é┘è┘æ┘Å┘ê┘à┘î ┘ä┘äϺ ϬÏú┘ÆÏ«┘ÅÏ░┘Å┘â Ï│┘É┘åÏ®┘î ┘ê┘äϺ ┘å┘ê┘à┘îÏî ┘èϺ Ï¡┘Ä┘è┘æ┘Å ┘èϺ ┘é┘è┘æ┘Å┘ê┘à┘ÅÏî Ïú┘ç┘ÆÏ»┘ÉϪ┘Æ ┘ä┘Ä┘è┘Æ┘ä┘É┘èÏî ┘êÏú┘å┘É┘à┘Æ Ï╣┘Ä┘è┘å┘è
Latin: Allohumma ghoorotin nujuumu wa hadaatil ÔÇÿuyuunu, wa anta hayyun qayyumun laa taÔÇÖkhudzuka sinatun wa laa namun, yaa hayyu ya qayyum ahdiÔÇÖ layli, wa anim ÔÇÿainii
Artinya: ÔÇ£Ya Allah, bintang gemintang telah merebahkan dirinya, kebanyakan mata telah beristirahat. Sedang Engkau Yang Maha Hidup lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Engkau tidak dilanda oleh kantuk dan tidak (pula) oleh tidur. Wahai Yang Mahahidup lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya), istirahatkanlah malamku, dan pejamkan (tidurkan) mataku.ÔÇØ
Pengalaman Sahabat Zaid bin Tsabit RA
Imam an-Nawawi menuliskan riwayat bermulanya doa ini dalam bab khusus mengenai bacaan saat seseorang gelisah dan belum bisa terlelap di tempat tidur. Zaid bin Tsabit menyampaikan keluhannya kepada Rasulullah SAW mengenai insomnia yang ia rasakan, lalu Rasulullah SAW bersabda memintanya membaca doa tersebut.
Setelah mengamalkan doa ajaran Rasulullah SAW, Zaid bin Tsabit merasakan perubahan besar pada dirinya. Kegelisahan yang sebelumnya mengganggu pikiran berangsur-angsur sirna, hingga kesulitan tidurnya teratasi dan ia bisa kembali terlelap dengan nyenyak.
Kitab Al-Adzkar karya Imam an-Nawawi sendiri menjadi rujukan penting yang memuat tuntunan spiritual untuk problematika sehari-hari umat Islam. Melalui amalan sederhana ini, umat diajak mendekatkan diri kepada Allah SWT demi meraih ketenangan batin saat menghadapi gangguan tidur.